Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mengambil langkah strategis dengan menyiapkan generasi muda sebagai duta promosi. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat daya saing kabupaten serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah pengembangan kapasitas bagi generasi muda untuk mempromosikan potensi ekonomi daerah mereka.
Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, menegaskan bahwa para alumni dan pemenang diharapkan menjadi garda terdepan sebagai duta promosi daerah. Mereka akan menjadi representasi pemerintah kabupaten dalam memperkenalkan keunggulan wilayah masing-masing.
Advertisement
Advertisement
Fokus Pengembangan Kapasitas Duta Daerah
Para finalis Putri Otonomi Indonesia dibekali dengan berbagai kemampuan esensial untuk menjalankan peran sebagai duta promosi. Pelatihan yang diberikan mencakup public speaking, kepemimpinan, serta personal branding yang kuat.
Selain itu, mereka juga mendapatkan pengetahuan mendalam mengenai potensi investasi, seni, budaya, dan pariwisata daerah. Pembekalan ini dirancang agar para duta mampu mengomunikasikan keunggulan wilayah mereka secara efektif dan menarik.
Penguatan kapasitas generasi muda ini menjadi semakin krusial di tengah tuntutan pemerintah daerah untuk lebih aktif membangun jejaring dan menarik kegiatan ekonomi. Tujuannya adalah untuk mendatangkan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh kabupaten.
Advertisement
Sebanyak 20 finalis dari berbagai daerah di Indonesia telah mengikuti masa karantina intensif sejak 27 Juni 2026 di Kabupaten Deli Serdang. Selama karantina, peserta menerima pembekalan komprehensif.
Advertisement
Peran Strategis SDM Muda dalam Pembangunan Ekonomi
Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan fondasi penting dalam memperkuat pembangunan ekonomi daerah. Generasi muda diharapkan memiliki kemampuan mengidentifikasi dan mengomunikasikan potensi unggulan di daerahnya.
Potensi unggulan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, industri kreatif, pariwisata, hingga peluang investasi berbasis sumber daya lokal. Kemampuan ini sangat penting untuk mendorong kemajuan ekonomi dari tingkat lokal.
Langkah Apkasi ini sejalan dengan agenda besar pembangunan nasional, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran. Hal ini selaras dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada pembangunan dari desa.
Advertisement
Melalui inisiatif ini, Apkasi berharap generasi muda dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Mereka diharapkan mampu menarik investasi dan mempromosikan kekayaan budaya serta pariwisata yang dimiliki setiap kabupaten.
Advertisement
Puncak Apresiasi dan Harapan Apkasi
Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2026 menjadi puncak dari rangkaian kegiatan ini. Dalam acara tersebut, perwakilan tuan rumah Kabupaten Deli Serdang, Yemima Mutiara Caren Sitanggang, dinobatkan sebagai Putri Otonomi Indonesia 2026.
Grand final ini merupakan bagian integral dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Apkasi yang berlangsung di Deli Serdang pada 1–2 Juli 2026. Acara tersebut turut dihadiri oleh sekitar 230 bupati dan wakil bupati dari berbagai daerah di Indonesia.
Bursah Zarnubi berharap para pemenang dan alumni Putri Otonomi Indonesia tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Mereka diharapkan dapat berperan aktif dalam memperkenalkan potensi ekonomi, investasi, pariwisata, seni, dan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Advertisement
Program ini juga mencakup retret bela negara melalui kerja sama dengan Kementerian Pertahanan, menunjukkan komitmen Apkasi dalam membentuk duta daerah yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan.
Sumber: AntaraNews