Jasa Marga melakukan transformasi dan standardisasi baru rest area di jaringan jalan tol milik perseroan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin nyaman bagi masyarakat.
Saat ini, terdapat 62 rest area di seluruh jaringan jalan tol Jasa Marga Group baik yang dikelola oleh anak usaha Jasa Marga melalui PT Jasamarga Related Business (JMRB) maupun pihak mitra. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 rest area yang dikelola oleh JMRB ditargetkan bertransformasi menjadi Travoy Rest dengan standar baru secara bertahap sepanjang 2026 hingga 2027.
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria menegaskan bahwa peningkatan standar pelayanan tidak hanya diterapkan pada rest area yang dikelola BUMN, tetapi juga akan menjadi acuan bagi pengelola rest area lainnya.
"Kami juga akan memberitahukan kepada pihak pengelola rest area yang bukan milik kita. Jika mereka tidak mau mengikuti standar yang ditetapkan, kami akan memblokir dan menutup aksesnya. Hal ini dilakukan agar masyarakat juga dapat merasakan manfaatnya," ujar Dony saat meninjau langsung di Travoy Rest KM 88A dan 88B Jalan Tol Cipularang.
Ia menambahkan bahwa aspek kebersihan dan kerapian menjadi prioritas utama dalam transformasi rest area sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik.
"Yang utama adalah kebersihan dan kerapian. Prinsip yang dipegang oleh Bapak Presiden adalah agar semua pelayanan publik kita menjadi lebih baik," kata Dony, mengutip intagram resmi BP BUMN.
Dalam kunjungan ini, Dony meninjau rencana pengembangan kawasan secara menyeluruh, meliputi penataan area, peningkatan kapasitas parkir, pembenahan fasilitas komunal, serta penambahan berbagai layanan baru agar rest area semakin nyaman, aman, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Dony pun mengapresiasi langkah yang telah diterapkan Jasa Marga
Advertisement
Transformasi Travoy Rest
Advertisement
Transformasi Travoy Rest
Transformasi Travoy Rest mencakup peningkatan pelayanan dan rejuvenasi berbagai fasilitas utama, mulai dari toilet, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hingga penyediaan ragam kuliner lokal yang telah melalui proses kurasi. Konsep green rest area juga diperkuat melalui pengembangan koridor hijau, waste management, hingga water treatment.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa standardisasi Travoy Rest merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menempatkan kebutuhan pengguna jalan sebagai prioritas.
"Transformasi Travoy Rest kami lakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui peningkatan fasilitas fisik, tetapi juga dengan memperkuat kualitas layanan dan aspek keberlanjutan. Kami ingin Travoy Rest berkembang dari sekadar tempat beristirahat menjadi destinasi singgah yang aman, nyaman dan memberikan pengalaman berkesan bagi pengguna jalan," ujar Rivan.
Melalui transformasi tersebut, Jasa Marga juga mendorong seluruh mitra pengelola untuk melakukan pembenahan sejalan dengan standar yang ditetapkan. Upaya ini diharapkan dapat menghadirkan kualitas fasilitas dan layanan yang semakin merata di seluruh rest area pada jaringan jalan tol Jasa Marga Group.
Standardisasi baru Travoy Rest sekaligus memperkuat kontribusi Jasa Marga dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik, mengangkat potensi kuliner lokal, serta menerapkan pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di sepanjang perjalanan pengguna jalan.