Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution merespons soal wacana penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) berembus di sejumlah daerah menyusul maraknya kasus keracunan massal. Bobby menegaskan ketidaksetujuannya terhadap opsi penghentian total program nasional tersebut.
Sikap ini disampaikan merespons dinamika di Kota Malang, Jawa Timur. Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita menyatakan sepakat dengan aspirasi mahasiswa mendesak agar program MBG dihentikan di wilayahnya.
Menurut Bobby, alih-alih menghentikan program, langkah darurat harus diambil pemerintah saat ini adalah melakukan evaluasi mendasar terhadap skema penyaluran dan mutu makanan dibagikan kepada siswa.
"Yang kami dukung perbaikan MBG. Perbaikan penyalurannya dan mekanismenya," ujar Bobby di Medan, Selasa (8/9).
Bobby menilai manfaat program MBG masih sangat dibutuhkan masyarakat di pelbagai daerah. Namun, dia memberi catatan keras agar aspek keamanan pangan dan standar gizi tidak dikorbankan hingga memakan korban jiwa maupun kesehatan anak-anak.
"Karena di sebagian daerah ada yang membutuhkan MBG, tapi penyaluran dan menunya harus baik, tanpa ada korban-korban lain. Perbaikan itu kata kunci," ujar Bobby.
Pernyataan Bobby ini keluar di tengah sorotan publik Sumut terkait kasus keracunan di Kabupaten Karo, bahkan seorang pelajar diduga mengalami gangguan ingatan.