Hunian Terjangkau untuk Pekerja Industri di Serang, Tenor Kredit Sampai 20 Tahun

PT HWB mengembangkan hunian terjangkau di Kabupaten Serang bagi pekerja industri. Ada skema kredit hingga 20 tahun dan insentif pajak. Berapa cicilannya?

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Hunian Terjangkau untuk Pekerja Industri di Serang, Tenor Kredit Sampai 20 Tahun
Hunian Warisan Bangsa Serang, Banten. (Dok HWB)

Pengembangan kawasan hunian terpadu dimulai di Kabupaten Serang, Banten, untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal pekerja di sentra industri setempat. Proyek ini digarap PT Hunian Warisan Bangsa (HWB) dengan dukungan Program Kemitraan UMKM dari LippoLand.

Area pemukiman berskala township itu diproyeksikan menampung puluhan ribu penghuni. Rencana pengembangan meliputi fasilitas umum, infrastruktur pendukung, dan zona komersial agar ekosistem hunian mandiri terbentuk.

Untuk mempermudah akses kepemilikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pekerja, pengembang menyiapkan skema pembiayaan jangka panjang sebagai bagian dari strategi pemasaran unit.

Harga Mulai Rp 101 Juta, SHM dan Ragam Tipe

Manajemen HWB Serang menjelaskan, unit rumah dipasarkan mulai dari harga Rp 101 juta dengan status kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM). Penawaran ini menyasar kebutuhan tempat tinggal terjangkau di kawasan industri Banten.

Setiap unit dirancang dengan pilihan satu hingga tiga kamar tidur. Opsi tersebut memungkinkan calon pembeli menyesuaikan kebutuhan ruang hunian dengan anggaran yang dimiliki.

Beberapa tipe bangunan juga menyediakan area halaman belakang, sementara tipe lain menawarkan opsi bangunan berkonsep bungalow untuk preferensi tata ruang yang berbeda.

Skema Pembiayaan dan Insentif Pajak

Guna memudahkan proses kepemilikan, pengembang menyediakan fasilitas pembiayaan dengan tenor hingga 20 tahun. Skema ini diarahkan bagi MBR dan para pekerja di sekitar kawasan industri Serang dan sekitarnya.

"Melalui skema tersebut, nilai cicilan yang ditawarkan mulai dari Rp 700 ribu per bulan," jelas Manajemen HWB Serang, dikutip Jumat (24/7/2026).

Penjualan unit juga memanfaatkan insentif pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), sehingga biaya awal kepemilikan dapat lebih ringan.

Fasilitas Harian Mulai Beroperasi di Dalam Kawasan

Dari sisi penataan lingkungan, sejumlah fasilitas untuk kebutuhan harian mulai beroperasi. Di antaranya toko kelontong dan minimarket untuk pemenuhan kebutuhan dasar penghuni.

Layanan perbankan juga telah hadir untuk menunjang transaksi dan akses layanan keuangan di dalam kawasan.

Selain itu, pengembang menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan dasar berupa klinik, serta pusat kegiatan warga yang dilengkapi area kuliner. Kedua fasilitas ini disiapkan secara bertahap mengikuti perkembangan kawasan.

Hunian Dekat Koridor Industri Banten

Kabupaten Serang berkembang sebagai salah satu koridor industri utama di Jawa Barat dan Banten. Aktivitas manufaktur di wilayah ini mendorong kebutuhan hunian yang terjangkau dan berlokasi dekat tempat kerja.

Kawasan industri seperti Cikande, Kibin, Kragilan, dan Jawilan disebut menyerap puluhan ribu tenaga kerja dari ribuan perusahaan manufaktur yang beroperasi di sekitarnya.

Kehadiran permukiman terencana di sekitar koridor tersebut diharapkan dapat mengurangi jarak tempuh para pekerja sekaligus mendukung efisiensi operasional sektor komersial di kawasan.

Pengembangan Serang dilakukan setelah proyek hunian serupa sebelumnya direalisasikan di Purwakarta, Jawa Barat, yang telah terbangun bersama berbagai fasilitas publik dan pusat kegiatan masyarakat.

Rekomendasi