Pemprov Kepri dan BPJN Gesa Perbaikan Jalan Jelang Tour de Bintan 2026
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama BPJN mempercepat perbaikan jalan jelang Tour de Bintan 2026, memastikan keamanan dan kenyamanan peserta ajang sport tourism internasional ini.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) tengah gencar melakukan perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur jalan. Langkah ini diambil sebagai persiapan menyambut agenda olahraga wisata sepeda internasional "Tour de Bintan" Tahun 2026 yang akan berlangsung pada Agustus mendatang. Fokus utama adalah memastikan rute yang akan dilintasi ratusan pesepeda dari berbagai negara dalam kondisi optimal.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan bahwa perbaikan jalan di Bintan menjadi prioritas serius bagi pemerintah daerah. Hal ini krusial untuk menjamin keamanan serta kenyamanan seluruh peserta yang akan berkompetisi di ajang bergengsi tersebut. Upaya ini sekaligus menjadi bentuk dukungan penuh Pemprov Kepri dalam menyukseskan gelaran Tour de Bintan tahun ini.
Kepala BPJN Kepri Soendiarto menambahkan, percepatan perbaikan juga mencakup dua jembatan utama di Jalan Lintas Barat Bintan, yakni Jembatan Ekang dan Jembatan Anculai. Pengerjaan oprit kedua jembatan ditargetkan selesai sepenuhnya pada Agustus 2026. Ini dilakukan sebelum perlombaan dimulai guna mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara.
Fokus Perbaikan Infrastruktur Jalan
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung suksesnya Tour de Bintan 2026 melalui percepatan perbaikan jalan. Gubernur Kepri Ansar Ahmad secara langsung menggarisbawahi pentingnya pemeliharaan jalan demi kelancaran dan keamanan para peserta. "Pemeliharaan jalan tidak hanya bertujuan mempercantik jalur perlombaan, tetapi juga faktor penting dalam menjamin keamanan dan kenyamanan peserta lomba Tour de Bintan," kata Ansar di Tanjungpinang.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kepri, di bawah pimpinan Soendiarto, telah mengambil langkah konkret untuk mempercepat pengerjaan infrastruktur. Dua jembatan vital di Jalan Lintas Barat Bintan, yaitu Jembatan Ekang dan Jembatan Anculai, menjadi fokus utama perbaikan. Oprit kedua jembatan tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya pada Agustus 2026, tepat sebelum dimulainya perlombaan.
Soendiarto menyatakan optimisme tinggi terhadap penyelesaian proyek ini lebih cepat dari jadwal. Berbagai strategi percepatan telah diterapkan, termasuk pengadaan material yang lebih cepat, penambahan alat dan tenaga kerja, serta peningkatan jam kerja efektif di lapangan. Upaya ini memastikan seluruh rute siap digunakan dengan standar keamanan internasional.
Tour de Bintan: Ajang Sport Tourism Internasional
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Hasan, mengonfirmasi bahwa Tour de Bintan 2026 akan diselenggarakan pada 21 hingga 23 Agustus 2026 di kawasan Lagoi Bay, Bintan Resorts, Kabupaten Bintan. Acara ini kembali menjadi salah satu kegiatan unggulan olahraga wisata atau sport tourism di Kepulauan Riau.
Ajang balap sepeda internasional ini memiliki peran strategis dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri. Selain itu, Tour de Bintan diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pergerakan sektor ekonomi dan pariwisata daerah, khususnya di Bintan. Partisipasi peserta dari berbagai negara akan memperkuat citra Bintan sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Penyelenggara menargetkan partisipasi sekitar 700 peserta dalam ajang ini. Mayoritas peserta diperkirakan berasal dari berbagai negara di Asia hingga Eropa. Target ini menunjukkan daya tarik global Tour de Bintan yang terus meningkat setiap tahunnya.
Kategori Lomba dan Daya Tarik Rute
Tour de Bintan 2026 menawarkan beragam kategori lomba yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai tingkat kemampuan pesepeda. Kategori utama yang menjadi sorotan adalah Union Cycliste Internationale (UCI) 1.2 Point Race. Ini merupakan perlombaan resmi UCI yang memberikan poin peringkat internasional bagi para pesertanya, menarik para atlet profesional.
Selain kategori profesional, tersedia pula kategori Gran Fondo Classic sejauh 150 kilometer, Gran Fondo Century 100 kilometer, Gran Fondo Challenge 70 kilometer, dan Gran Fondo Discovery 45 kilometer. Untuk peserta yang mencari tantangan kecepatan individu, ada juga Individual Time Trial sejauh 17 kilometer. Keragaman kategori ini memastikan setiap pesepeda dapat menemukan tantangan yang sesuai.
Para peserta akan disuguhkan dengan pengalaman bersepeda yang tak terlupakan melintasi rute yang eksotis. Hasan menjelaskan, rute tersebut menyuguhkan panorama khas tropis Pulau Bintan, mulai dari kawasan pantai yang indah, perkampungan yang autentik, hingga tepian hutan yang rimbun. Keindahan alam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pesepeda internasional yang mencari pengalaman unik.
Sumber: AntaraNews