AS Kurangi Sepertiga Pesawat Tempur NATO di Eropa, Ini Dampaknya bagi Keamanan Kawasan
Amerika Serikat berencana untuk menarik delapan pesawat tanker yang digunakan untuk pengisian bahan bakar dari operasional mereka.
Amerika Serikat berencana untuk mengurangi jumlah pesawat tempur yang mendukung operasi NATO di Eropa sekitar sepertiga. Rencana ini telah disampaikan oleh Washington kepada sekutu-sekutunya pada awal Juni dan merupakan bagian dari penyesuaian postur militer AS di kawasan tersebut.
Laporan ini pertama kali diungkapkan oleh harian The New York Times pada Jumat, 12 Juni 2026, berdasarkan dokumen komunikasi yang telah ditinjau oleh media tersebut.
Menurut laporan tersebut, jumlah pesawat tempur F-16 dan F-15E yang ditempatkan di Eropa akan dikurangi menjadi sekitar 100 unit, dari sebelumnya sekitar 150 unit. Selain itu, armada pesawat patroli maritim juga akan dipangkas menjadi 15 unit dari 26 unit yang saat ini beroperasi.
Tidak hanya itu, AS disebutkan berencana untuk menarik delapan pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara yang selama ini mendukung operasi militer di kawasan Eropa, seperti yang dikutip dari laman Antara News pada Sabtu, 13 Juni.
Penyesuaian kekuatan militer juga mencakup unsur angkatan laut. Washington dilaporkan akan memindahkan satu kapal selam bersenjata rudal, satu kapal induk, sejumlah kapal perang, serta puluhan pesawat yang saat ini bertugas mendukung kelompok tempur kapal induk di Eropa. Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa satu dari dua gugus tugas pengebom strategis yang sebelumnya disiagakan untuk mendukung pertahanan Eropa juga akan dialihkan ke wilayah lain.
Langkah ini muncul di tengah upaya Amerika Serikat untuk meninjau kembali distribusi kekuatan militernya di berbagai kawasan dunia. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah AS maupun NATO mengenai rincian dan jadwal pelaksanaan rencana pengurangan tersebut.
Jika rencana ini direalisasikan, langkah ini akan menjadi salah satu penyesuaian terbesar terhadap kehadiran militer AS di Eropa dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan adanya dinamika keamanan kawasan yang terus berlanjut sejak pecahnya perang di Ukraina.