Wejangan Menag Nasaruddin buat Santri Ponpes As'adiya Wajo Sulsel, Singgung Tanaman dan Alam
Nasaruddin menjelaskan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan alam sebagai bagian dari proses pendidikan.
Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar mengunjungi Pondok Pesantren As'adiya, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Dalam kunjungan tersebut, Nasaruddin menekankkan kepada santri soal menghormati dan menjaga lingkungan.
Nasaruddin menjelaskan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan alam sebagai bagian dari proses pendidikan. Menurutnya, pohon-pohon dan lingkungan yang ada di sekitar pesantren bukan sekadar pelengkap, melainkan sumber pembelajaran yang mengajarkan kesabaran, kebermanfaatan, dan rasa syukur.
"Rawatlah pohon-pohon dan tanaman yang ada di sekitar kita. Mereka juga adalah guru tempat kita belajar. Alam akan memberikan ketenangan dan keberkahan kepada mereka yang menjaganya," ujarnya, Sabtu (13/6).
Imam Masjid Istiqlal ini juga mengingatkan para santri agar membiasakan diri mengawali setiap aktivitas dengan membaca Basmalah serta menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual.
"Fokuskan akal, fokuskan pikiran, dan fokuskan batin. Jangan lupa Basmalah dalam setiap langkah kehidupan," tuturnya.
Kontribusi Besar
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan Ali Yafid mengatakan keberadaan As'adiyah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia dan penguatan nilai-nilai keagamaan di Sulawesi Selatan.
"As'adiyah merupakan salah satu pesantren yang memiliki sejarah panjang dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan moderat," ujarnya.
Perkuat Ekosistem Pesantren
Ia menilai perhatian yang diberikan Menteri Agama terhadap pengembangan As'adiyah menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat ekosistem pendidikan pesantren di Indonesia.
Ali Yafid juga menyambut positif berbagai rencana pengembangan yang dipaparkan dalam rapat pimpinan Pengurus Pusat As'adiyah, termasuk penguatan fasilitas pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga pengembangan kawasan pesantren berbasis lingkungan.