Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, baru-baru ini menekankan pentingnya peran strategis santri dalam memajukan peradaban. Pernyataan ini disampaikan di Padang, menyoroti kontribusi signifikan yang diharapkan dari para santri. Ia mengajak mereka untuk menjadi pelaku aktif dalam pembangunan bangsa.
Penekanan ini disampaikan dalam konteks peringatan Hari Santri Nasional yang telah berlangsung selama satu dekade. Mahyeldi menyoroti bagaimana pesantren, sebagai institusi pendidikan tertua di Nusantara, telah melahirkan pribadi-pribadi unggul. Mereka memiliki mental dan moral yang kuat, siap menjadi tokoh di kancah global.
Pemerintah, melalui berbagai kebijakan dan undang-undang, memberikan perhatian penuh terhadap dunia pesantren. Hal ini membuktikan pengakuan negara atas jasa besar pesantren dalam sejarah dan pembangunan Indonesia. Bahkan, beberapa daerah telah memiliki peraturan daerah (perda) khusus untuk mendukung keberadaan pesantren.
Advertisement
Advertisement
Pesantren: Akar Pendidikan dan Penggerak Sejarah Bangsa
Pesantren telah lama diakui sebagai pusat pendidikan tertua di Nusantara, memainkan peran krusial dalam membentuk karakter bangsa. Institusi ini tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan kepemimpinan. Banyak tokoh penting lahir dari lingkungan pesantren, menunjukkan kualitas pendidikan yang diberikan.
Gubernur Mahyeldi menjelaskan makna historis di balik penetapan Hari Santri Nasional. Tanggal tersebut merujuk pada Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama tahun 1945. Resolusi ini secara signifikan memicu semangat perlawanan rakyat dalam Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
Pengakuan negara terhadap pesantren juga terlihat dari adanya undang-undang khusus yang mengatur keberadaannya. Beberapa daerah bahkan telah mengimplementasikan peraturan daerah (perda) untuk mendukung pengembangan pesantren. Ini menegaskan bahwa negara memiliki utang budi dan tidak pernah melupakan jasa besar pesantren.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Pemerintah dan Adaptasi Teknologi untuk Peran Santri
Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pesantren, mengakui kontribusi mereka dalam pembangunan karakter bangsa. Respons positif dari Presiden Prabowo Subianto terhadap pesantren menjadi salah satu indikatornya. Program Mubadalah Berbasis Gotong Royong berbasis pesantren adalah contoh nyata kebijakan ini.
Mahyeldi juga menekankan pentingnya bagi para santri untuk merawat tradisi dan khitah pesantren. Namun, di saat yang sama, mereka juga harus terbuka terhadap perkembangan baru dan kemajuan teknologi. Adaptasi ini krusial agar peran santri tetap relevan di era modern.
Sebagai bentuk komitmen lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sedang menyusun peraturan daerah (perda) khusus. Perda ini bertujuan untuk mendukung dan memperkuat pondok pesantren di wilayah tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memantapkan peran santri sebagai kader bangsa yang unggul dan berakhlak mulia.
Advertisement
Gubernur berharap, dengan adanya langkah-langkah ini, peran santri akan semakin kokoh sebagai pilar pembinaan generasi penerus. Mereka diharapkan menjadi kader-kader bangsa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia. Kesiapan mereka sebagai pelaku peradaban di masa depan menjadi kunci kemajuan.
Sumber: AntaraNews