Masyarakat pesisir Pantai Sidem, Tulungagung, Jawa Timur, baru-baru ini menggelar ritual budaya sedekah bumi Larung Sembonyo. Acara ini berlangsung meriah dan sukses menarik perhatian ratusan pengunjung, menjadikannya atraksi wisata yang memukau. Tradisi tahunan ini merupakan bentuk ungkapan syukur yang mendalam.
Gelaran tradisi dimulai pada pukul 08.00 WIB, diawali dengan selamatan dan doa bersama di balai pertemuan Dukuh Sidem. Berbagai hidangan tradisional, termasuk tumpeng hasil bumi, disiapkan sebagai simbol rasa terima kasih kepada Tuhan. Momen kebersamaan ini mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Setelah doa bersama, warga kemudian mengarak gunungan tumpeng berisi aneka hasil pertanian seperti sayuran dan buah-buahan. Iring-iringan ini melintasi jalan utama Desa Sidem hingga mencapai kawasan pantai. Prosesi kirab ini menjadi pemandangan yang sangat dinantikan oleh masyarakat dan wisatawan.
Advertisement
Advertisement
Makna dan Rangkaian Tradisi Larung Sembonyo
Sunyoto, seorang tokoh masyarakat Dukuh Sidem, menjelaskan bahwa Sedekah Bumi dan Ritual Larung Sembonyo adalah tradisi turun-temurun. Ritual ini merupakan manifestasi rasa syukur masyarakat atas rezeki yang diberikan. Rezeki tersebut berasal dari hasil pertanian dan tangkapan laut yang melimpah.
Mayoritas penduduk pesisir Sidem menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, perikanan, serta usaha pariwisata. Oleh karena itu, tradisi ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kelangsungan hidup mereka. Ini adalah cara mereka berterima kasih atas berkah alam.
Selain kirab tumpeng hasil bumi, warga juga membawa jodang yang berisi perlengkapan sesaji lainnya. Sesaji tersebut meliputi nasi, ingkung ayam, serta jenang merah putih. Semua persembahan ini disiapkan untuk dilarung ke laut sebagai bagian dari ritual.
Advertisement
Setelah prosesi kirab selesai, gunungan tumpeng hasil bumi akan diperebutkan oleh warga dan pengunjung. Tradisi berebut tumpeng ini melambangkan semangat berbagi hasil panen. Ini juga menjadi bentuk rasa syukur kolektif atas berkah yang telah diterima masyarakat.
Advertisement
Prosesi Larung Sesaji dan Harapan Masyarakat
Inti dari Ritual Larung Sembonyo adalah prosesi larung sesaji ke tengah laut. Macak yang berisi aneka hasil bumi dan perlengkapan tradisi diangkut menggunakan rakit. Rakit tersebut kemudian ditarik oleh perahu nelayan menuju perairan lepas.
Larung sesaji ini merupakan simbol penghormatan dan ungkapan terima kasih masyarakat nelayan. Mereka berterima kasih atas hasil laut yang selama ini menjadi penopang utama kehidupan mereka. Ritual ini menegaskan hubungan erat antara manusia dan alam.
Pelaksanaan Sedekah Bumi dan Ritual Larung Sembonyo tahun ini dikemas lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Keterlibatan warga yang lebih banyak turut menyukseskan acara ini. Peningkatan partisipasi ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi.
Advertisement
Selain menjaga keberlangsungan tradisi leluhur, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kebersamaan masyarakat. Lebih jauh, ritual ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisata Pantai Sidem. Melalui doa bersama, masyarakat berharap keselamatan, ketenteraman, dan rezeki melimpah.
Sumber: AntaraNews