BPJN Sumbar Siapkan Perbaikan Jalan Nasional Jelang Arus Mudik Lebaran 2026
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat tengah gencar melakukan perbaikan jalan nasional, menargetkan zero pothole H-10 Idul Fitri 2026 demi kelancaran arus mudik Lebaran.
Padang, Sumatera Barat – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat (Sumbar) kini tengah fokus pada perbaikan sejumlah ruas jalan nasional di provinsi tersebut. Upaya ini dilakukan secara intensif guna memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik serta arus balik Lebaran 2026. Persiapan matang ini menjadi prioritas mengingat tingginya volume kendaraan dan aktivitas masyarakat saat periode libur panjang tersebut.
Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, menyatakan bahwa pihaknya menargetkan kondisi ruas jalan sudah baik dan bebas lubang pada H-10 Idul Fitri. Target ini merupakan arahan langsung dari Menteri dan Dirjen Bina Marga, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung mobilitas masyarakat. Peninjauan langsung ke lapangan, termasuk di kawasan vital seperti Sitinjau Lauik, menjadi bagian dari strategi BPJN Sumbar.
Hingga saat ini, BPJN Sumbar telah berhasil menutup sekitar 60 persen lubang di ruas jalan nasional yang menjadi tanggung jawabnya. Target ambisius zero pothole atau nihil lubang ditetapkan pada 10 Maret 2026, dengan pengecualian jika ada lubang baru yang muncul akibat curah hujan selama proses pengerjaan. Langkah proaktif ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan mempercepat waktu tempuh pemudik.
Strategi Penutupan Lubang dan Preservasi Jalan
BPJN Sumbar menerapkan strategi komprehensif dalam upaya perbaikan jalan nasional menjelang Lebaran 2026. Penutupan lubang-lubang di jalan nasional pada dasarnya merupakan kegiatan rutin preservasi jalan yang dilakukan oleh instansi tersebut. Namun, untuk menghadapi momentum krusial libur Lebaran, intensitas dan kecepatan pengerjaan ditingkatkan secara signifikan.
Fokus utama adalah memastikan bahwa seluruh lubang di ruas jalan nasional Sumbar telah tertutup sebelum puncak arus mudik. Periode Lebaran menjadi sangat penting bagi masyarakat untuk pulang kampung dan kembali ke perantauan, sehingga kondisi jalan yang prima adalah keharusan. BPJN berkomitmen untuk menyediakan infrastruktur jalan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.
Pengaturan Lalu Lintas dan Koordinasi Lintas Sektoral
Selain perbaikan fisik jalan, BPJN Sumbar juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk pengaturan lalu lintas, khususnya di kawasan rawan kemacetan seperti Sitinjau Lauik. Skema pengalihan lalu lintas selama libur Idul Fitri akan mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Perhubungan dan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumbar.
Pengaturan ini kemungkinan besar akan mencakup pembatasan angkutan alat berat guna mengurangi beban jalan dan potensi kemacetan. Implementasi pembatasan akan melibatkan kepolisian, Dinas Perhubungan, serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Kolaborasi lintas sektoral ini penting untuk menjamin kelancaran arus kendaraan dan keselamatan perjalanan pemudik.
Sumber: AntaraNews