BPJN Sumbar Siagakan 13 Posko dan Puluhan Alat Berat Antisipasi Arus Mudik Lebaran
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat (Sumbar) **siagakan posko Lebaran** dan puluhan alat berat di ruas jalan nasional serta provinsi untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik Idul Fitri 1447 H.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat (Sumbar) telah menyiapkan langkah antisipasi komprehensif untuk menghadapi lonjakan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah. Kesiapsiagaan ini akan diterapkan di seluruh ruas jalan nasional dan provinsi di wilayah tersebut, menjamin kelancaran mobilitas masyarakat.
Sebanyak 13 posko siaga akan dioperasikan secara penuh mulai H-10 hingga H+10 Idul Fitri, didukung oleh 40 unit alat berat yang siap sedia. Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan kelancaran perjalanan serta memitigasi potensi hambatan selama periode libur panjang tersebut.
Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, menjelaskan bahwa penyiapan fasilitas dan personel ini merupakan upaya proaktif. Tujuannya adalah untuk merespons cepat potensi kejadian darurat seperti tanah longsor yang kerap terjadi di jalur-jalur rawan, terutama di daerah dengan kontur berbukit.
Kesiapsiagaan Darurat dan Penempatan Alat Berat
BPJN Sumbar telah melakukan pemetaan mendalam terhadap sejumlah titik rawan longsor di wilayahnya, mengingat karakteristik geografis daerah yang berbukit. Pemetaan ini menjadi dasar krusial dalam penentuan lokasi penempatan strategis alat berat di titik-titik vital.
Penempatan alat berat ini bertujuan agar tim di lapangan dapat segera bergerak melakukan pembersihan material longsor jika terjadi insiden yang tidak terduga. Kesiapan operasional ini sangat penting mengingat volume kendaraan yang diperkirakan akan meningkat drastis selama periode mudik Lebaran.
Elsa Putra Friandi menegaskan bahwa respons cepat dan efektif di lapangan adalah prioritas utama BPJN Sumbar. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan gangguan perjalanan, menjaga keamanan, dan memastikan keselamatan para pemudik yang melintasi jalur-jalur utama di Sumbar.
Fokus Titik Rawan: Sitinjau Lauik dan Jalur Strategis Lainnya
Salah satu titik yang mendapatkan perhatian khusus dari BPJN Sumbar adalah kawasan Sitinjau Lauik, yang merupakan jalur utama penghubung Provinsi Sumbar dengan Provinsi Jambi. Area ini secara historis dikenal memiliki risiko tinggi terhadap bencana tanah longsor akibat kondisi geografisnya.
Selain Sitinjau Lauik, BPJN Sumbar juga terus memantau ketat ruas jalan nasional lainnya yang memiliki potensi kerawanan serupa di seluruh provinsi. Upaya ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan kelancaran di semua koridor utama yang akan dilalui pemudik.
Koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait juga terus dilakukan untuk penanganan terpadu dan komprehensif. Tujuannya adalah agar setiap masalah atau insiden yang muncul dapat diatasi dengan sigap dan efektif selama periode krusial libur Lebaran.
Penghentian Pekerjaan dan Penataan Ruas Jalan
Sesuai dengan Surat Edaran (SE) dari Kementerian Perhubungan, BPJN Sumbar tidak akan melakukan pekerjaan konstruksi yang menggunakan alat berat di badan jalan selama periode libur Lebaran. Kebijakan ini secara ketat berlaku mulai H-10 hingga H+10 Idul Fitri untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.
Penghentian pekerjaan ini memiliki tujuan utama untuk menghindari penyempitan ruas jalan yang berpotensi menghambat arus lalu lintas yang padat. Dengan demikian, kapasitas jalan dapat dimaksimalkan secara optimal untuk menampung volume kendaraan yang meningkat signifikan.
Sebagai contoh konkret, penyempitan ruas di jalan lintas Padang-Solok, khususnya di lokasi proyek flyover Sitinjau Lauik, akan ditangani secara khusus. Semua pembatas jalan (barrier) akan digeser ke sisi saluran pada H-10 Idul Fitri untuk memastikan kelancaran lalu lintas di area tersebut.
Di kawasan Sitinjau Lauik sendiri, akan ada dua posko yang disiapkan secara bersamaan. Satu posko disiapkan oleh pihak proyek flyover Sitinjau Lauik dan satu lagi oleh instansi lain, menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam pengamanan jalur mudik.
Sumber: AntaraNews