Bandara Lombok Proyeksikan Lonjakan 136 Ribu Pergerakan Penumpang Lebaran 2026
Bandara Internasional Lombok menargetkan peningkatan signifikan dalam pergerakan penumpang Lebaran 2026, mencapai 136.255 orang. Kesiapan operasional Bandara Lombok menjadi kunci utama menghadapi arus mudik dan balik.
PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok (BIL) memproyeksikan lonjakan pergerakan penumpang pada arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Total 136.255 penumpang diperkirakan akan melintasi bandara ini selama periode tersebut. Peningkatan ini menunjukkan optimisme sektor penerbangan di Nusa Tenggara Barat menghadapi musim libur panjang.
General Manager Bandara Lombok, Aidhil Philip Julian, menyatakan bahwa target peningkatan pergerakan penumpang mencapai 4,1 persen dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini mencerminkan pemulihan dan pertumbuhan aktivitas perjalanan udara. Persiapan matang telah dilakukan untuk mengakomodasi lonjakan trafik ini dengan optimal.
Selain penumpang, Bandara Lombok juga memproyeksikan peningkatan signifikan pada pergerakan pesawat dan kargo. Ini menandakan aktivitas logistik dan konektivitas udara yang semakin intensif di wilayah tersebut. Seluruh pemangku kepentingan berkomitmen penuh dalam menjaga kelancaran operasional.
Proyeksi Peningkatan Trafik Angkutan Udara Lebaran
Bandara Internasional Lombok memperkirakan terjadi peningkatan signifikan dalam trafik angkutan udara selama periode Lebaran 2026. Proyeksi ini mencakup berbagai aspek operasional bandara, mulai dari jumlah penumpang hingga pergerakan pesawat dan volume kargo. Peningkatan ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di NTB.
Aidhil Philip Julian menjelaskan bahwa pergerakan penumpang ditargetkan meningkat 4,1 persen, mencapai total 136.255 orang. Angka ini menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk melakukan perjalanan udara selama libur Lebaran tetap tinggi. Persiapan matang telah dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang ini.
Tidak hanya penumpang, pergerakan pesawat juga diproyeksikan melonjak tajam hingga 28,2 persen, mencapai 1.454 pergerakan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa maskapai penerbangan menambah frekuensi rute atau membuka rute baru untuk melayani permintaan Lebaran. Sementara itu, volume kargo juga diperkirakan meningkat 6,4 persen, mencapai 702 ton.
Kesiapan Operasional dan Posko Terpadu Lebaran
Untuk menjamin kelancaran operasional selama periode sibuk Lebaran, Bandara Lombok telah menyiapkan posko terpadu. Posko ini berlokasi di Pick Up Zone Bandara Lombok dan akan beroperasi selama 18 hari, hingga 30 Maret 2026. Keberadaan posko ini menjadi pusat koordinasi bagi seluruh pemangku kepentingan.
Posko terpadu ini melibatkan berbagai instansi penting, termasuk Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Basarnas, BMKG, Perum LPPNPI, Bea Cukai, Imigrasi, Badan Karantina Indonesia, Balai Kekarantinaan Kesehatan, serta maskapai penerbangan. Kolaborasi lintas instansi ini sangat krusial untuk penanganan berbagai situasi. Pembentukan posko ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor IR-DJPU 01 Tahun 2026.
Aidhil Philip Julian menegaskan, “Melalui Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran ini, kami melakukan pemantauan operasional bandara secara intensif serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan kelancaran operasional selama periode angkutan Lebaran.” Komitmen ini menunjukkan keseriusan dalam memberikan pelayanan terbaik. Posko ini juga berfungsi untuk memastikan semua aspek keamanan dan keselamatan terpenuhi.
Komitmen Pelayanan Prima dengan Prinsip 3S + 1C
Dalam setiap pelaksanaan operasionalnya, Bandara Lombok senantiasa mengedepankan prinsip 3S + 1C. Prinsip ini meliputi Safety (Keselamatan), Security (Keamanan), Service (Pelayanan), dan Compliance (Kepatuhan). Penerapan prinsip ini menjadi landasan utama dalam menjaga kualitas layanan bandara.
Komitmen terhadap keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama untuk seluruh pengguna jasa bandara. Setiap prosedur dan standar operasional dijalankan dengan cermat guna meminimalisir risiko yang mungkin terjadi. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan bandara yang aman dan nyaman bagi semua pihak.
Selain itu, aspek pelayanan juga menjadi fokus penting untuk memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan. Kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku memastikan semua operasional berjalan sesuai koridor hukum. “Kami berharap pelaksanaan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 dapat berlangsung optimal serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang melakukan perjalanan melalui bandara,” ujar Aidhil Philip Julian.
Sumber: AntaraNews