Pariaman Catat 169 Ribu Lebih Kunjungan Wisatawan Selama Lebaran 2026
Kota Pariaman, Sumatera Barat, sukses menarik 169.560 wisatawan selama periode Piaman Barayo Lebaran 2026, menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya dan memperkuat daya tarik wisata daerah.
Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, mencatat lonjakan signifikan jumlah wisatawan yang berkunjung ke berbagai objek wisata unggulan selama periode Libur Lebaran 2026. Sebanyak 169.560 wisatawan memadati destinasi-destinasi di daerah tersebut dalam gelaran Piaman Barayo yang berlangsung dari 22 hingga 29 Maret 2026.
Angka fantastis ini merupakan gabungan dari kunjungan ke objek wisata resmi yang memungut retribusi masuk serta destinasi yang tidak memungut biaya. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi Syarief, mengungkapkan bahwa peningkatan ini terjadi meskipun durasi penyelenggaraan Piaman Barayo tahun ini lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Piaman Barayo sendiri merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Pariaman untuk memeriahkan Hari Raya Idul Fitri dan masuk dalam 43 agenda wisata daerah tersebut di tahun 2026. Keberhasilan ini menunjukkan daya tarik kuat Pariaman sebagai tujuan wisata favorit selama musim liburan.
Lonjakan Kunjungan Wisatawan di Piaman Barayo 2026
Data yang dihimpun oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman menunjukkan total 169.560 kunjungan wisatawan selama Piaman Barayo 2026. Angka ini mencakup 70.448 kunjungan ke objek wisata berbayar, sementara sisanya berasal dari destinasi wisata yang tidak memungut retribusi masuk.
Ferialdi Syarief menjelaskan bahwa metode penghitungan untuk objek wisata tidak berbayar dilakukan melalui observasi parkir kendaraan, pengamatan petugas khusus, dan penerapan statistik. Hal ini memastikan akurasi data meskipun tidak ada tiket masuk yang dicatat.
Menariknya, jumlah kunjungan wisatawan pada libur Lebaran tahun ini meningkat dari sekitar 150 ribu kunjungan pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini terjadi meskipun Piaman Barayo 2026 hanya berlangsung selama delapan hari, lebih singkat dibandingkan 11 hingga 12 hari pada tahun lalu.
Peningkatan ini mengindikasikan bahwa Pariaman semakin diminati sebagai destinasi liburan, terutama saat momen Lebaran. Ini juga menunjukkan efektivitas program Piaman Barayo dalam menarik perhatian wisatawan domestik dan mungkin juga mancanegara.
Detail Kunjungan dan Objek Wisata Favorit
Selama pelaksanaan Piaman Barayo, puncak kunjungan wisatawan ke objek wisata berbayar terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026, dengan total 12.514 kunjungan. Namun, tren kunjungan mulai menurun pada Jumat, 27 Maret, menjadi 5.100 wisatawan.
Meskipun ada sedikit kenaikan pada hari-hari berikutnya, yakni 6.108 kunjungan pada Sabtu, 28 Maret, dan 6.545 kunjungan pada Minggu, 29 Maret, kenaikan tersebut tidak signifikan. Ferialdi Syarief menduga penurunan ini disebabkan oleh para perantau yang sudah mulai kembali ke daerah perantauan seiring dimulainya arus balik.
Dari berbagai objek wisata yang dibuka, Pantai Gandoriah tetap menjadi primadona dan destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan selama Piaman Barayo. Daya tarik alam dan fasilitas yang memadai menjadikan pantai ini pilihan utama bagi pengunjung.
Pemerintah Kota Pariaman telah membuka 11 objek wisata di daerah tersebut untuk menyambut wisatawan selama periode libur Lebaran. Ini menunjukkan kesiapan infrastruktur dan manajemen pariwisata Pariaman dalam menghadapi lonjakan pengunjung.
Strategi Pariaman Menarik Wisatawan
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menegaskan bahwa Piaman Barayo merupakan salah satu kegiatan unggulan yang diselenggarakan setiap tahun di Kota Pariaman. Acara ini tidak hanya memeriahkan Hari Raya Idul Fitri, tetapi juga menjadi bagian integral dari 43 agenda wisata yang direncanakan untuk tahun 2026.
Penyelenggaraan Piaman Barayo secara konsisten setiap tahun menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Pariaman dalam mengembangkan sektor pariwisata. Strategi ini bertujuan untuk menjadikan Pariaman sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan dan menarik sepanjang tahun, tidak hanya saat libur Lebaran.
Dengan membuka 11 objek wisata dan mengintegrasikan Piaman Barayo ke dalam kalender event daerah, Pariaman berupaya memberikan beragam pilihan bagi wisatawan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat.
Fokus pada pengembangan objek wisata, promosi event, dan peningkatan fasilitas menjadi kunci keberhasilan Pariaman dalam menarik minat wisatawan. Ini juga mencerminkan upaya pemerintah daerah untuk memanfaatkan potensi pariwisata secara optimal.
Sumber: AntaraNews