Pikat Wisatawan, Pemkot Pariaman Suguhkan Atraksi Budaya Tradisional Selama Lebaran 2026

Pemkot Pariaman sukses menarik ribuan wisatawan dengan berbagai Atraksi Budaya Pariaman Lebaran 2026, mempromosikan kekayaan seni Minangkabau dan menghibur pengunjung di Pantai Gandoriah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pikat Wisatawan, Pemkot Pariaman Suguhkan Atraksi Budaya Tradisional Selama Lebaran 2026
Pemerintah Kota Pariaman sukses menggelar Piaman Barayo 2026, menampilkan beragam Pariaman Atraksi Budaya Lebaran yang memukau dan menarik puluhan ribu wisatawan. (AntaraNews)

Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, sukses memukau ribuan wisatawan dengan beragam atraksi budaya tradisional selama perayaan Piaman Barayo 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk mempromosikan kekayaan kesenian dan kebudayaan Minangkabau yang berkembang pesat di daerah tersebut.

Berlangsung di Pentas Seni Gandoriah, Pantai Gandoriah, sejak 22 Maret hingga 29 Maret, Piaman Barayo menjadi magnet bagi para pengunjung yang ingin merasakan pengalaman liburan yang berbeda. Berbagai pertunjukan seni disajikan oleh komunitas, sanggar seni, dan pelajar lokal, menunjukkan talenta dan kreativitas masyarakat Pariaman.

Ferialdi Syarief, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, menjelaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang unjuk kebolehan bagi para pelaku seni lintas usia. Lebih dari itu, Piaman Barayo juga menjadi platform efektif untuk memperkenalkan keunikan budaya lokal kepada wisatawan yang datang berkunjung.

Pelaksanaan Piaman Barayo 2026 di Kota Pariaman menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan sekaligus mempromosikan warisan budaya. Melalui pentas seni di Pantai Gandoriah, pengunjung disuguhkan penampilan yang beragam dan memukau. Berbagai genre seni, mulai dari nyanyi solo, duet, grup band, hingga tarian tradisional, turut memeriahkan suasana Lebaran.

Kesenian yang ditampilkan merupakan hasil kerja keras dan latihan rutin dari komunitas serta sanggar seni di Pariaman. Partisipasi aktif dari pelajar juga menunjukkan adanya regenerasi dan minat yang tinggi terhadap seni budaya di kalangan generasi muda. Ini merupakan kesempatan berharga bagi mereka untuk mengasah bakat dan menyalurkan kreativitas di hadapan publik.

Ferialdi Syarief menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menghibur wisatawan sekaligus memberikan pengalaman budaya yang tak terlupakan. Dengan demikian, diharapkan para pengunjung akan membawa pulang kesan positif dan cerita menarik tentang Pariaman. Hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan citra Pariaman sebagai destinasi wisata budaya yang menarik.

Salah satu sorotan utama dalam Atraksi Budaya Pariaman Lebaran adalah penampilan tari piring yang disisipi dengan atraksi ekstrem. Para penari tidak hanya menampilkan keindahan gerak, tetapi juga memukau penonton dengan aksi menginjak dan bermain beling, serta mengembuskan api. Atraksi ini merupakan bagian integral dari pertunjukan tari piring yang jarang disaksikan secara langsung oleh khalayak umum.

Keunikan dan keberanian para penari dalam menyajikan atraksi tersebut berhasil menarik perhatian ribuan wisatawan. Pengalaman menyaksikan pertunjukan yang mendebarkan ini meninggalkan kesan mendalam bagi pengunjung. Ini membuktikan bahwa inovasi dalam penyajian seni tradisional dapat menjadi daya tarik kuat bagi pariwisata.

Antusiasme wisatawan terhadap Piaman Barayo 2026 tercermin dari data kunjungan yang signifikan. Pemkot Pariaman mencatat sebanyak 44.193 wisatawan telah mengunjungi empat objek wisata berbayar yang dikelola pemerintah daerah selama empat hari pertama pelaksanaan. Periode Piaman Barayo sendiri berlangsung dari 22 Maret dan akan terus berlanjut hingga 29 Maret 2026.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi Syarief, menambahkan bahwa angka tersebut belum termasuk data kunjungan ke destinasi wisata non-berbayar. Kunjungan terbanyak tercatat pada Selasa (24/3) dengan 12.514 pengunjung, sementara kunjungan terendah pada Rabu (25/3) dengan 10.006 pengunjung. Angka ini menunjukkan bahwa Atraksi Budaya Pariaman Lebaran berhasil menjadi magnet liburan yang efektif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi