Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, bersama dengan berbagai komunitas dan pihak terkait, telah menyusun agenda ambisius untuk tahun 2026. Sebanyak 43 kegiatan pariwisata direncanakan akan digelar sepanjang tahun tersebut. Inisiatif ini bertujuan utama untuk menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke Kota Tabuik yang kaya akan budaya dan keindahan alam.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, mengungkapkan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan. Pihak-pihak yang terlibat meliputi organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, Universitas Sumatera Barat, hingga berbagai komunitas lokal. Upaya kolaboratif ini dirancang untuk menghimpun seluruh potensi kegiatan yang dapat dimasukkan ke dalam kalender pariwisata resmi.
Agenda wisata Pariaman 2026 ini diharapkan dapat mendongkrak kembali sektor pariwisata daerah. Berbagai kategori kegiatan telah disiapkan, mulai dari pagelaran seni dan budaya yang otentik hingga kompetisi olahraga yang menarik. Langkah strategis ini diambil menyusul adanya penurunan jumlah kunjungan wisatawan pada tahun sebelumnya.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kota Pariaman telah mengidentifikasi 43 kegiatan yang akan menjadi daya tarik utama sepanjang tahun 2026. Kegiatan-kegiatan ini meliputi berbagai aspek, dari pertunjukan seni tradisional yang memukau hingga ajang olahraga yang menantang. Ferialdi menegaskan bahwa diversifikasi acara ini diharapkan mampu menjangkau segmen wisatawan yang lebih luas dan meningkatkan minat berkunjung ke Pariaman.
Beberapa kegiatan unggulan yang selalu berhasil menarik ribuan wisatawan pada tahun-tahun sebelumnya akan kembali digelar. Di antaranya adalah Pesona Budaya Hoyak Tabuik serta Pariaman Barayo. Kedua festival ini telah menjadi ikon pariwisata Pariaman dan selalu dinantikan oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ferialdi juga mengakui bahwa pada tahun sebelumnya, Pemerintah Kota Pariaman belum maksimal dalam mendata seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas dan pihak lainnya. Hal ini menyebabkan jumlah kegiatan yang tercatat dalam kalender pariwisata tidak sebanyak yang diagendakan untuk tahun 2026. Namun, banyak komunitas tetap aktif menyelenggarakan acara yang berhasil mendatangkan wisatawan.
Advertisement
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman berharap puluhan kegiatan yang telah diagendakan ini dapat terlaksana sesuai jadwal dan berjalan dengan sukses. Keberhasilan pelaksanaan agenda ini sangat krusial untuk mencapai target peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.
Advertisement
Data menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman sepanjang tahun 2025 mencapai 1,4 juta orang. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang berhasil menarik 1,6 juta orang wisatawan. Penurunan tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor, termasuk kondisi ekonomi dan bencana hidrometeorologi yang terjadi.
Meskipun demikian, Pantai Gandoriah tetap menjadi destinasi favorit dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak. Momen-momen puncak kunjungan wisatawan juga masih terpusat pada saat pelaksanaan Festival Budaya Hoyak Tabuik dan Pariaman Barayo. Wisatawan yang datang ke Pariaman tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga mancanegara, khususnya yang tertarik mengunjungi Pulau Bando.
Dengan adanya 43 agenda kegiatan yang terstruktur dan terkoordinasi, Pemerintah Kota Pariaman optimis dapat mengatasi tantangan yang ada. Strategi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memperpanjang durasi tinggal wisatawan. Hal ini akan berdampak positif pada perekonomian lokal melalui peningkatan pendapatan UMKM dan sektor terkait lainnya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews