PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat kinerja gemilang pada triwulan I tahun 2026. Angkutan Lintas Raya Terpadu (LRT) Sumsel berhasil mengangkut sebanyak 1.084.242 penumpang selama periode tersebut. Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menegaskan posisi LRT Sumsel sebagai pilihan transportasi utama di Palembang.
Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa rata-rata jumlah pengguna harian mencapai 12.047 penumpang. Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi perkotaan yang modern, efisien, dan ramah lingkungan. Peningkatan ini tidak hanya didorong oleh aktivitas rutin, tetapi juga momentum khusus.
Peningkatan jumlah penumpang LRT Sumsel dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk momen libur panjang akhir pekan, libur sekolah, serta periode angkutan Lebaran 2026. Momen-momen tersebut secara signifikan mendorong mobilitas masyarakat. PT KAI Divre III Palembang pun melakukan penyesuaian layanan untuk mengakomodasi lonjakan ini.
Advertisement
Advertisement
Pertumbuhan Penumpang LRT Sumsel yang Konsisten
Tren pertumbuhan pengguna LRT Sumsel pada triwulan I menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam lima tahun terakhir. Sejak tahun 2022, jumlah penumpang terus merangkak naik dari 536.361 penumpang. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 857.723 penumpang pada tahun 2023, lalu 908.622 penumpang pada tahun 2024, dan mencapai 1.009.737 penumpang pada tahun 2025.
Pada triwulan pertama tahun 2026, LRT Sumsel berhasil mencapai puncak dengan 1.084.242 penumpang. Konsistensi peningkatan ini membuktikan bahwa LRT Sumsel telah menjadi solusi transportasi yang diandalkan masyarakat. Keandalan dan kenyamanan layanan menjadi daya tarik utama bagi para pengguna.
Capaian impresif ini merupakan bukti nyata komitmen PT KAI Divre III Palembang dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Peningkatan frekuensi perjalanan selama masa libur Lebaran menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran mobilitas selama masa Lebaran, seperti yang disampaikan oleh Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti.
Advertisement
Advertisement
Faktor Pendorong Lonjakan Penumpang dan Penyesuaian Layanan
Peningkatan jumlah penumpang LRT Sumsel tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas harian seperti sekolah dan bekerja. Momen libur panjang akhir pekan, libur sekolah, serta periode angkutan Lebaran 2026 turut menjadi pendorong utama. “Peningkatan jumlah penumpang dipengaruhi oleh momen libur panjang akhir pekan, libur sekolah, serta periode angkutan Lebaran 2026 yang mendorong mobilitas masyarakat secara signifikan,” kata Aida Suryanti.
Selama periode angkutan Lebaran pada 22-25 Maret 2026, LRT Sumsel melakukan penyesuaian layanan yang signifikan. Frekuensi perjalanan ditingkatkan menjadi 102 perjalanan per hari. Langkah ini diambil untuk mengakomodasi lonjakan penumpang yang diperkirakan akan terjadi. Penambahan perjalanan efektif dalam mengakomodasi lonjakan penumpang, khususnya pada masa arus balik dan libur panjang.
Penambahan frekuensi perjalanan ini merupakan upaya KAI Divre III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat. Selain itu, meningkatnya jumlah penumpang juga dipengaruhi oleh mulai aktifnya kembali para pekerja dan masih berlangsungnya libur sekolah yang mendorong mobilitas masyarakat untuk berbagai keperluan.
Advertisement
Advertisement
Stasiun Terfavorit dan Dampak Positif LRT Sumsel
Pada triwulan I 2026, lima stasiun LRT Sumsel mencatat jumlah penumpang tertinggi. Stasiun Asrama Haji memimpin dengan 216.698 penumpang, diikuti Stasiun Ampera dengan 181.584 penumpang. Selanjutnya, Stasiun DJKA melayani 148.364 penumpang, Stasiun Bumi Sriwijaya 125.970 penumpang, serta Stasiun Bandara dengan 77.168 penumpang.
Capaian ini memperkuat dukungan terhadap Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum (GNKAU) yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Palembang. Gerakan ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan dan emisi di perkotaan. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang beralih ke LRT Sumsel, tujuan tersebut semakin tercapai.
Peningkatan jumlah penumpang LRT Sumsel juga berdampak positif pada kegiatan ekonomi warga, khususnya di pusat Kota Palembang. Contohnya di dekat Stasiun Ampera yang dekat dengan pusat ekonomi serta aktivitas rakyat, seperti Pasar 16 Ilir, Benteng Kuto Besak, dan Masjid Agung Palembang.
Advertisement
Advertisement
Sinergi dan Harapan Masa Depan
KAI Divre III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan terus memperkuat sinergi. Kolaborasi ini bertujuan untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang andal, aman, dan berkelanjutan. Sinergi ini merupakan kunci dalam menjaga kualitas dan efisiensi operasional LRT Sumsel.
Melalui peningkatan kualitas layanan serta integrasi antarmoda, LRT Sumsel diharapkan dapat terus menjadi pilihan utama masyarakat. Tujuannya adalah mendukung mobilitas perkotaan yang efisien dan ramah lingkungan. Inovasi dan pengembangan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan transportasi publik yang dinamis.
Komitmen untuk terus menghadirkan layanan terbaik bagi pelanggan menjadi prioritas. Hal ini mencakup keandalan sarana dan prasarana, kelancaran operasional perjalanan, serta jaminan keamanan dan keselamatan pelanggan. Dengan demikian, LRT Sumsel akan terus berkontribusi positif bagi kemajuan transportasi di Sumatera Selatan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews