Ini Catatan Menhub Dudy Terkait Pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026
Sejumlah catatan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan untuk pelaksanaan angkutan Lebaran di tahun-tahun mendatang.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mencatat sejumlah isu dihadapi selama pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026. Sejumlah catatan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan untuk pelaksanaan angkutan Lebaran di tahun-tahun mendatang.
"Moda transportasi umum, baik itu darat, kereta api, laut dan udara secara umum berlangsung dengan baik, ada kenaikan dari jumlah angkutan umum yang digunakan oleh masyarakat. Relatif tidak terdapat hal-hal yang menonjol dalam pelaksanaan arus mudik maupun balik," kata Dudy di Jakarta, dikutip Minggu (19/4).
Dudy lantas menyoroti adanya titik-titik kepadatan yang terjadi pada saat puncak arus mudik maupun arus balik lebaran 2026. Misalnya, kepadatan di rest area km 57 tol Jakarta-Cikampek pada saat puncak arus mudik, kepadatan di pelabuhan Gilimanuk serta akses menuju tol Sumatra.
"Kami sudah sampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Jasamarga untuk mengevaluasi rest area km 57 maupun rest area lainnya, dan dilakukan mitigasi, sehingga tidak terjadi hal serupa ke depannya," ujar dia.
Untuk penyeberangan, Menhub mengakui adanya kepadatan selama dua hari di Pelabuhan Gilimanuk pada masa arus mudik. Namun di hari ke-3, kepadatan tersebut berhasil terurai.
Adanya keterbatasan area buffer zone serta peningkatan kendaraan yang signifikan, termasuk kendaraan-kendaraan besar menjadi penyebab kepadatan di pelabuhan.
"Pada saat itu kami melakukan penanganan dengan menggunakan buffer zone dan menyegerakan kendaraan-kendaraan besar untuk segera menyeberang. Kami juga memprioritaskan kendaraan roda
Perbaikan Bakal Terus Dilakukan
Secara keseluruhan, Menhub melihat pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 berjalan dengan baik. Namun demikian, ia berjanji perbaikan akan terus dilakukan.
"Bukan hanya melibatkan satu pihak, melainkan seluruh stakeholder yang terlibat dalam penanganan arus mudik maupun balik lebaran," tegas dia.
Adapun berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD), jumlah orang yang melakukan perjalanan selama masa Angkutan Lebaran (13-29 Maret 2026) mencapai 147,55 juta orang atau naik 2,53 persen dari hasil survei sebanyak 143,92 juta orang.
Secara keseluruhan, terdapat kenaikan penumpang angkutan umum sebesar 11,79 lersen pada Angkutan Lebaran 2026, menjadi 23,73 juta orang dibandingkan periode sama tahun lalu.
Kenaikan tertinggi terdapat pada moda penyeberangan yakni 5,61 juta penumpang, mengalami kenaikan sebesar 17,05 persen dibandingkan periode sama 2025.