Penumpang Kereta Api Stasiun Garut Melonjak 6 Persen Selama Angkutan Lebaran 2026
PT KAI Daop 2 Bandung mencatat kenaikan jumlah penumpang kereta api di Stasiun Garut sebesar enam persen selama Lebaran 2026, menunjukkan minat tinggi masyarakat terhadap layanan transportasi ini.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Jawa Barat, melaporkan adanya peningkatan signifikan jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Garut selama masa angkutan Lebaran 2026. Tercatat, sebanyak 13.076 orang telah menggunakan layanan kereta api dari stasiun tersebut, menunjukkan pertumbuhan sebesar enam persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.
Kenaikan ini mengindikasikan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan favorit masyarakat untuk bepergian, khususnya saat momen mudik Lebaran. Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa minat tinggi ini didorong oleh beberapa faktor utama.
Layanan yang tepat waktu, aman, dan nyaman menjadi alasan kuat bagi para penumpang untuk memilih moda transportasi kereta api. Stasiun Garut sendiri melayani dua kereta api komersial jarak jauh yang menghubungkan Garut dengan ibu kota.
Peningkatan Signifikan Penumpang di Stasiun Garut
Data terbaru dari PT KAI Daop 2 Bandung menunjukkan bahwa total kumulatif penumpang yang berangkat dari Stasiun Garut selama Lebaran 2026 mencapai 13.076 orang. Angka ini mengalami kenaikan enam persen jika dibandingkan dengan 12.299 penumpang pada periode yang sama di tahun 2025.
Peningkatan ini secara khusus terjadi pada layanan kereta api komersial jarak jauh. Stasiun Garut menjadi titik keberangkatan penting bagi warga yang ingin menuju Jakarta dan sekitarnya.
Kuswardojo menegaskan bahwa angka tersebut hanya mencakup penumpang kereta jarak jauh, yakni KA Cikuray dan KA Papandayan. Lonjakan jumlah penumpang ini membuktikan bahwa keberadaan Stasiun Garut yang baru diaktifkan kembali sejak 2022 sangat diminati.
Dua Rute Kereta Api Unggulan dari Garut
Stasiun Garut melayani dua kereta api komersial jarak jauh yang menjadi andalan masyarakat. Kedua kereta tersebut adalah KA Papandayan dengan relasi Stasiun Garut-Gambir, Jakarta, dan KA Cikuray dengan relasi Stasiun Garut-Pasar Senen, Jakarta.
Selama 22 hari musim angkutan Lebaran 2026, tercatat 13.076 orang berangkat dari Stasiun Garut menggunakan kedua KA tersebut. Sementara itu, jumlah kedatangan penumpang ke Stasiun Garut mencapai 15.451 orang dalam periode yang sama.
Puncak jumlah penumpang yang berangkat terjadi pada 30 Maret 2026 dengan 828 orang. Sedangkan puncak kedatangan tertinggi tercatat pada 24 Maret 2026, mencapai 901 orang.
Faktor Pendorong Minat Penumpang Kereta Api
Minat masyarakat terhadap layanan kereta api di Stasiun Garut terus meningkat karena berbagai keunggulan yang ditawarkan. Menurut Kuswardojo, kereta api menjadi favorit karena dinilai tepat waktu, aman, dan nyaman.
Faktor-faktor ini menjadi pertimbangan utama bagi para pemudik dalam memilih moda transportasi. Stasiun Garut, yang kembali aktif sejak tahun 2022, telah berhasil menarik perhatian penumpang baik yang berangkat maupun yang datang ke Garut.
Jumlah penumpang saat musim Lebaran jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata harian. Pada hari biasa, Stasiun Garut melayani sekitar 250 hingga 300 penumpang, menunjukkan betapa signifikan lonjakan saat periode khusus seperti Lebaran.
Sumber: AntaraNews