Menhub Dudy Purwagandhi Evaluasi Kemacetan Arus Balik di Lintas Timur Ketapang Lampung
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi akan mengevaluasi kemacetan arus balik di Lintas Timur Ketapang Lampung, khususnya di titik pertemuan menuju pelabuhan, untuk antisipasi Lebaran berikutnya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan akan mengevaluasi kemacetan di akses jalan lintas timur Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Evaluasi ini fokus pada titik pertemuan arus kendaraan menuju pelabuhan saat angkutan Lebaran 2026. Hal ini disampaikan usai meninjau arus balik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Sabtu.
Pemerintah berencana berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Jasa Marga. Koordinasi ini bertujuan mengantisipasi hambatan serupa pada periode angkutan Lebaran berikutnya. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran lalu lintas di masa mendatang.
Kemacetan terjadi akibat tingginya volume kendaraan yang bertemu di satu titik. Arus pemudik, kendaraan dari jalan tol, serta arus logistik berkumpul menuju kawasan pelabuhan. Kondisi ini menyebabkan penumpukan kendaraan yang signifikan.
Penyebab dan Rencana Koordinasi Atasi Kemacetan
Dudy Purwagandhi menilai kondisi kemacetan di Lintas Timur Ketapang tidak sepenuhnya dapat dihindari. Namun, ia menekankan bahwa masalah ini bisa diminimalkan melalui pengelolaan arus dan perbaikan akses infrastruktur. Lonjakan pemudik yang besar menjadi faktor utama kemacetan yang terjadi.
Pemerintah akan menyampaikan hasil evaluasi kepada Jasa Marga dan Kementerian Pekerjaan Umum. Fokus utama adalah mengatasi akses keluar dari jalan tol yang menjadi salah satu pemicu kepadatan. Koordinasi ini diharapkan menghasilkan solusi konkret untuk periode angkutan Lebaran mendatang.
Sebelumnya, kemacetan parah terjadi saat antrean kendaraan logistik menuju Pelabuhan pembantu PT Sumur Makmur Abadi (SMA) di Desa Sumur. Antrean truk yang mengangkut berbagai komoditas memanjang hingga sekitar lima kilometer. Sebagian kendaraan bahkan dialihkan ke pelabuhan lain untuk mengurai kepadatan.
Kondisi tersebut menyebabkan perlambatan arus kendaraan di jalan lintas timur secara signifikan. Titik pertemuan arus dari pelabuhan, jalan arteri, dan akses jalan tol menjadi sangat padat. Situasi ini menunjukkan perlunya penanganan serius terhadap infrastruktur dan manajemen lalu lintas.
Pengelolaan Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni
Berkaitan dengan peninjauan arus balik, Dudy Purwagandhi memastikan kondisi di Pelabuhan Bakauheni terkendali. Penerapan rekayasa lalu lintas seperti delaying system dan buffer zone telah berjalan efektif. Pengaturan pengecekan tiket juga turut berkontribusi pada kelancaran arus.
“Sampai dengan hari ini, arus balik di Pelabuhan Bakauheni berjalan dengan baik. Terima kasih kepada masyarakat yang mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Dudy. Apresiasi ini diberikan atas kerja sama masyarakat dan petugas. Hal ini menunjukkan keberhasilan strategi yang diterapkan di Bakauheni.
Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai skema untuk mengantisipasi kepadatan di lintasan lain, termasuk Ketapang-Gilimanuk yang masih menyisakan sekitar 51 persen pemudik. Persiapan ini mencakup berbagai langkah proaktif untuk menjaga kelancaran.
“Kami menyiapkan buffer zone, percepatan sistem tiba–bongkar–berangkat, serta kapal tambahan agar arus balik dapat diurai dalam dua hari ini,” ucap Dudy. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan kelancaran dan kenyamanan pemudik. Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Data Arus Balik Lebaran 2026
Data Posko Angkutan Lebaran PT ASDP Indonesia Ferry menunjukkan realisasi kumulatif penumpang yang kembali ke Jawa. Sejak 22 Maret hingga 27 Maret 2026, tercatat 543.440 orang telah kembali. Angka ini sekitar 60 persen dari total 898.864 orang saat arus mudik.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang telah kembali tercatat sebanyak 144.039 unit. Angka ini juga sekitar 60 persen dari total 239.920 unit kendaraan pada periode mudik. Data ini memberikan gambaran jelas mengenai progres arus balik.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 40 persen pemudik yang akan kembali ke Jawa. Pemerintah terus berupaya mengelola sisa arus balik ini dengan berbagai strategi. Kesiapan infrastruktur dan personel menjadi kunci utama dalam menghadapi puncak arus balik.
Sumber: AntaraNews