Prabowo Bilang 4 Kali Kalah Pilpres Tak Ganggu Pemimpin Terpilih, Istana Beri Penjelasan

Prabowo menegaskan tak pernah mengganggu pemimpin menang dan mendapatkan mandat.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo Bilang 4 Kali Kalah Pilpres Tak Ganggu Pemimpin Terpilih, Istana Beri Penjelasan
Prabowo Bilang 4 Kali Kalah Pilpres Tak Ganggu Pemimpin Terpilih, Istana Beri Penjelasan (Merdeka.com)

Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih saat empat kali kalah dalam pemilihan presiden (Pilpres). Meski begitu, Prabowo menegaskan tak pernah mengganggu pemimpin menang dan mendapatkan mandat.

"Saya maju ke rakyat lima kali minta mandat. Empat kali tidak diberi mandat. Empat kali saya kalah, tapi saya tidak mengganggu pemimpin yang dapat mandat," kata Prabowo dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (26/6).

Dia memahami bahwa bangsa Indonesia ingin hidup secara demokrasi, khususnya usai pemilihan berlangsung. Prabowo tak ingin masyarakat menjadi gaduh dan bertengkar setiap pemilihan berakhir.

"Tapi karena saya sadar, saya mengerti alternatifnya apa. Karena kita sudah sepakat, bangsa Indonesia sudah sepakat, kita ingin hidup sebagai negara di mana kedaulatan rakyat yang berkuasa. Jadi kedaulatan rakyat wujudnya adalah demokrasi, demokrasi wujudnya adalah pemilihan," tutur Prabowo.

"Kita mengerti, kita mungkin tidak puas, tapi alternatifnya apa? Apa kita mau gaduh? Habis tiap pemilihan gaduh, tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut, yang kalah ribut. Kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita?" sambung Prabowo.

Prabowo menegaskan seorang pemimpin memiliki kewajiban untuk melindungi serta mensejahterakan rakyat miskin dan lemah. Dia menilai kesejahteraan sulit tercapai apabila pihak yang kalah dalam pemilihan selalu ribut.

"Bukankah itu kewajiban kita sebagai anak bangsa, sebagai pemimpin, sebagai orang terpintar di negara ini? Bukankah itu segala kepintaran kita harus kita abdikan untuk rakyat kita yang paling miskin dan paling lemah? Bukankah itu?" jelas Prabowo.

Prabowo resmi menjadi Presiden RI periode 2024-2029, usai lima kali mengikuti Pilpres. Prabowo menegaskan dirinya pemimpin yang dipilih secara demokratis.

"Saya selalu berusaha dengan persuasi, saya sebagai pemimpin politik, saya dipilih secara demokratis," pungkas Prabowo.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meluruskan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut tak pernah menganggu pemimpin sebelumnya yang menang dalam Pilpres. Prasetyo membantah anggapan bahwa ada pihak-pihak yang menganggu kepemimpinan Presiden Prabowo.

"Oh tidak, tidak. Jadi konteksnya yang ingin beliau sampaikan bahwa perhelatan pemilu lima tahunan itu adalah konsensus kita bersama-sama dari kita menyepakati kita bernegara, kita memilih demokrasi," jelas Prasetyo di JCC Senayan Jakarta, Jumat (26/6).

Dia mengatakan pemilihan umum (Pemilu) merupakan wujud demokrasi dimana masyarakat dibebaskan memilih pemimpin negara. Prasetyo menuturkan Prabowo masuk dalam dunia politik dengan mengikuti konsensus yang ada, setelah pensiun dari militer.

"Makanya, kalau diperhatikan, beliau selepas pensiun, atau selesai mengabdikan diri di dunia kemiliteran, belum jadi pengusaha, kemudian karena beliau mengerti memang konsensusnya seperti itu, beliau masuk ke politik. Berjuang melalui jalur politik," jelasnya.

"Tahun 2004 beliau berjuang melalui Partai Golkar, kemudian tahun 2008 beliau mendirikan partai, mengikuti semua mekanisme dan konsensus yang memang sudah disepakati," sambung Prasetyo.

Menurut dia, Prabowo mengikuti setiap konsesus yang ada dan sudah disepakati. Mulai dari, mendirikan Partai Gerindra, menawarkan diri kepada masyarakat untuk menjadi pemimpin Indonesia, hingga menang Pemilu dan menjadi Presiden RI periode 2024-2029.

"Mendirikan partai politik, maju, menawarkan diri kepada masyarakat untuk meminta mandat dari masyarakat. Memang pertama belum berhasil, meminta mandat lagi belum berhasil, sampai 4 kali. Dan 2024, beliau diberi amanah oleh rakyat Indonesia melalui mekanisme pemilihan dan konstitusional," tutur dia.

Untuk itu, Prabowo bekerja keras untuk kesejahteraan masyarakat yang memberikannya mandat sebagai Presiden RI. Prabowo ingin memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

"Beliau betul-betul dua tahun (menjabat sebagai Presiden RI) ini bekerja keras," ucap Prasetyo.

Rekomendasi