Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi memberikan penjelasan mengenai posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak berada di samping Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7/2026). Dalam sidang tersebut, Gibran terlihat duduk di sebelah deretan para menteri, bukan di samping presiden.
Prasetyo mengungkapkan bahwa Prabowo mengadakan pertemuan dengan seluruh anggota kabinet setelah tidak melakukan sidang kabinet paripurna selama empat bulan terakhir. Dalam rapat diadakan pertengahan tahun ini, Prabowo melakukan evaluasi terhadap program-program prioritas dijalankan pemerintah.
"Sekaligus memberikan arahan untuk dilakukan percepatan-percepatan terhadap program-program prioritas yang harus diselesaikan di semester kedua," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Prabowo juga menjelaskan pencapaian yang telah diraih oleh pemerintah selama 21 bulan masa jabatannya. Prabowo menggunakan alat bantu berupa teleprompter untuk menyampaikan data dan informasi secara rinci.
"Di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin kalau saudara-saudara perhatikan karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau kan menggunakan alat bantu namanya teleprompter," jelas Prasetyo.
Oleh karena itu, posisi Prabowo di tengah-tengah ruangan memungkinkan dia untuk membaca dari teleprompter dengan mudah. Mengenai posisi Gibran yang duduk di samping menteri, Prasetyo menyatakan bahwa hal itu merupakan kebutuhan teknis dan tidak perlu dipermasalahkan.
"Nah, itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout, kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah," kata Prasetyo.
"Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," imbuh dia.
Advertisement
Anggota kabinet bersatu.
Dia menyatakan bahwa saat ini, para anggota kabinet menunjukkan solidaritas yang kuat. Prasetyo menjelaskan bahwa semua menteri tengah berupaya maksimal dalam melaksanakan program-program pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Tidak ada, sama sekali tidak ada, sama sekali tidak ada. Kami pada posisi kita sekarang sedang kompak-kompaknya, sedang semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden, menjadi garis dari program kerja dan prioritas nasional semata-mata semua untuk kepentingan masyarakat, kepentingan bangsa dan negara," pungkas Prasetyo.