Bantah Ada Sabotase, Polisi Beberkan Penyebab Utama Blackout Sumatra
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, lanjutnya, gangguan diduga disebabkan cuaca buruk atau ekstrem.
Polisi membeberkan penyebab mati listrik atau blackout total di Sumatra yang terjadi pada Jumat (22/5). Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifudin membantah adanya upaya sabotase.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, lanjutnya, gangguan diduga disebabkan cuaca buruk atau ekstrem.
"Dugaan sementara penyebab terputusnya kabel transmisi masih dalam proses pendalaman dengan beberapa kemungkinan, antara lain faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin, faktor panas akibat sambungan longgar yang menimbulkan rongga, maupun faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem," kata Nunung dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Senin (25/5).
Nunung memastikan tidak menemukan adanya unsur kesengajaan atau sabotase pada pemadaman massal tersebut.
"Sampai dengan saat ini, bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut," ujarnya.
Ia menyebut, hasil investigasi sementara mengarah pada gangguan teknis pada sistem transmisi kelistrikan yang dipicu kondisi cuaca ekstrem.
"Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca yang ekstrem yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi kelistrikan," kata dia.
Imbau Masyarakat Tenang
Oleh krena itu, ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
"Oleh karena itu, kami tekankan kepada seluruh masyarakat bahwa kami imbau agar tetap tenang dan tidak resah, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya serta adanya narasi-narasi yang menyesatkan bahwa seolah-olah ini adalah sabotase," kta dia.
Penyebab Kerusakan
"Kenapa kami bisa pastikan ini bukan faktor sabotase? Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut Jadi kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi," katanya.