Prabowo Beri Taklimat ke 1.000 Siswa Calon Jenderal TNI-Polri
Belum diketahui apa isi taklimat atau arahan yang akan disampaikan Prabowo kepada para calon perwira TNI dan pimpinan Polri tersebut.
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Bandung, Jawa Barat, Senin (25/5).
Prabowo akan memberikan taklimat kepada 1.000 siswa perwira Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri, perwira siswa Sesko AD, Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU), hingga Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri.
Selain itu, Prabowo juga akan meresmikan perpustakaan dan Museum di Seskoad. Belum diketahui apa isi taklimat atau arahan yang akan disampaikan Prabowo kepada para calon perwira TNI dan pimpinan Polri tersebut.
Sebagai informasi, Sesko TNI merupakan lembaga pimpinan tertinggi TNI untuk membentuk perwira TNI. Pendidikan tersebut ditujukan untuk perwira menengah TNI yang dipersiapkan menjadi pemimpin di TNI maupun komandan satuan strategis.
Saat ini, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya merupakan salah satu perwira siswa yang sedang menempuh Pendidikan Reguler Sekolah Staf dan Komando TNI AD (Dikreg Seskoad).
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono menjelaskan keikutsertaan Teddy dalam Dikreg Seskoad merupakan bagian dari proses pembinaan karier perwira TNI AD yang dilaksanakan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Metode Tatap Muka
Adapun pelaksanaan pendidikannya ada yang menggunakan metode tatap muka dan ada yang secara daring. Seskoad merupakan lembaga pendidikan pengembangan umum tertinggi di lingkungan TNI AD.
Miliki Kemampuan Manajerial
Pendidikan ini bertujuan untuk membentuk perwira menengah (mayor atau letkol) agar memiliki kemampuan kepemimpinan, manajerial, dan wawasan strategis untuk mendukung pelaksanaan tugas pada jabatan staf maupun komando.
"Pendidikan Seskoad diikuti oleh perwira TNI AD, matra lain, Polri, serta perwira negara sahabat, dengan kurikulum yang mencakup ilmu strategi, kepemimpinan, manajemen pertahanan, serta kajian geopolitik," jelas Donny kepada wartawan, Jumat (6/2).