Kunjungan Wisata Banten Melonjak Hampir 700 Ribu Selama Libur Nataru 2025/2026
Kunjungan Wisata Banten mencatat peningkatan signifikan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, mencapai hampir 700 ribu orang. Peningkatan ini didorong oleh berbagai upaya pengamanan dan promosi pariwisata.
Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten mengumumkan lonjakan signifikan jumlah wisatawan selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Hampir 700 ribu orang tercatat mengunjungi berbagai destinasi di wilayah Banten. Angka ini menunjukkan tren peningkatan yang positif dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dispar Provinsi Banten, Eli Susiyanti, menjelaskan bahwa peningkatan ini merupakan hasil dari upaya kolektif. Pengamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama. Kolaborasi dengan Balawista (Badan Penyelamat Wisata Tirta) turut berkontribusi besar.
Pada periode Nataru sebelumnya, jumlah pengunjung hanya sekitar 250 ribu orang di seluruh Provinsi Banten. Peningkatan drastis ini menunjukkan keberhasilan strategi yang diterapkan. Objek wisata pantai tetap menjadi daya tarik utama bagi para pelancong.
Peningkatan Signifikan Kunjungan Wisata Banten dan Faktor Pendukung
Provinsi Banten berhasil menarik hampir 700 ribu wisatawan selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 250 ribu pengunjung. Peningkatan ini menunjukkan daya tarik pariwisata Banten yang semakin kuat.
Eli Susiyanti, Kepala Dispar Provinsi Banten, menyoroti peran penting Balawista dalam menjaga keamanan dan kenyamanan. Sebanyak 100 personel Balawista bersertifikat disiagakan di 49 titik rawan. Selain itu, 150 relawan juga turut membantu mengamankan aktivitas wisata di berbagai lokasi.
Upaya pengamanan yang komprehensif ini menciptakan rasa aman bagi para pengunjung. Hal tersebut secara langsung mendorong peningkatan minat masyarakat untuk berlibur di Banten. Objek wisata pantai masih menjadi primadona, menyumbang 46 persen dari total kunjungan.
Strategi Mitigasi Bencana dan Pengembangan Pariwisata Banten
Dispar Provinsi Banten tidak hanya fokus pada promosi, tetapi juga mitigasi bencana dan cuaca ekstrem. Sebuah grup koordinasi siaga wisata telah dibentuk untuk memantau kondisi cuaca secara real-time. Grup ini melibatkan petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kepolisian, dan instansi terkait lainnya.
Langkah proaktif ini penting untuk memastikan keselamatan wisatawan, terutama di destinasi pantai yang rentan terhadap perubahan cuaca. Informasi cuaca yang akurat dan cepat dapat membantu pengambilan keputusan. Ini juga memungkinkan respons cepat jika terjadi kondisi darurat.
Selain aspek keamanan, Dispar Provinsi Banten kini memprioritaskan tiga hal utama dalam pengembangan pariwisata. Fokus tersebut meliputi branding yang kuat, promosi yang masif, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata.
Mengatasi Tantangan Aksesibilitas dan Potensi Destinasi Wisata Banten
Meskipun terjadi peningkatan kunjungan, tantangan aksesibilitas masih menjadi kendala di beberapa objek wisata yang sedang berkembang. Eli Susiyanti mengakui bahwa infrastruktur jalan menuju beberapa destinasi masih perlu perbaikan. Namun, program pembangunan infrastruktur dari Gubernur Banten dinilai cukup membantu.
Pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan diharapkan dapat membuka akses ke lebih banyak destinasi wisata. Hal ini akan memudahkan wisatawan menjangkau berbagai lokasi menarik di Banten. Peningkatan aksesibilitas adalah kunci untuk pemerataan kunjungan wisata.
Banten memiliki potensi besar dengan total 548 destinasi wisata yang beragam. Saat ini, Dispar Provinsi Banten memfokuskan upaya pada penataan objek wisata yang sudah ada. Setelah penataan selesai, promosi yang lebih masif akan digencarkan dengan bantuan konten kreator.
Sumber: AntaraNews