Pemkab Banyuwangi Perketat Pemantauan Destinasi Wisata Selama Libur Nataru 2025/2026
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi intensifkan Pemantauan Destinasi Wisata di seluruh wilayahnya menyambut lonjakan pengunjung selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengambil langkah proaktif dengan menerjunkan tim khusus untuk melakukan Pemantauan Destinasi Wisata secara menyeluruh. Langkah ini dilakukan selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) untuk memastikan kesiapan dan kenyamanan pengunjung. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan pentingnya pelayanan prima bagi wisatawan yang memilih Banyuwangi sebagai tujuan liburan akhir tahun.
Tim Pemantauan Destinasi Wisata ini bertugas mengecek langsung kondisi di lapangan, mulai dari kesiapan fasilitas hingga penerapan standar pelayanan. Fokus utama adalah mengantisipasi lonjakan pengunjung yang diperkirakan akan memadati berbagai lokasi wisata. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kualitas pengalaman berwisata di tengah tingginya animo masyarakat.
Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi telah berkoordinasi dengan seluruh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mempersiapkan berbagai aspek keramahan. Konsolidasi ini mencakup kesiapan destinasi, atraksi wisata, hingga strategi mitigasi potensi keramaian. Hal ini dilakukan untuk memastikan libur Nataru berjalan lancar dan memberikan kesan positif bagi setiap wisatawan yang berkunjung.
Kesiapan Banyuwangi Sambut Lonjakan Wisatawan
Menjelang libur Nataru, Banyuwangi telah melakukan berbagai persiapan matang untuk menyambut kedatangan wisatawan. Bupati Ipuk Fiestiandani mengungkapkan bahwa seluruh Pokdarwis telah berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah. Persiapan ini meliputi pengecekan infrastruktur destinasi, penyediaan atraksi menarik, serta rencana antisipasi terhadap lonjakan pengunjung yang signifikan.
Banyuwangi tetap menjadi pilihan favorit bagi wisatawan untuk menghabiskan masa liburan akhir tahun. Hal ini terlihat dari padatnya penginapan, baik hotel maupun homestay, serta berbagai destinasi wisata di wilayah tersebut. Bupati Ipuk menyampaikan rasa syukurnya atas berkah yang dibawa oleh musim liburan ini, yang turut menggerakkan perekonomian lokal.
Para pelaku wisata, termasuk pengelola penginapan dan destinasi, diingatkan untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Kualitas pelayanan menjadi kunci utama dalam mempertahankan citra positif Banyuwangi sebagai destinasi wisata unggulan. Pemkab Banyuwangi berkomitmen untuk mendukung penuh upaya peningkatan kualitas layanan ini demi kepuasan wisatawan.
Okupansi Hotel dan Kunjungan Destinasi Melonjak
Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan pada sektor pariwisata Banyuwangi selama libur sekolah dan Nataru. Sejak Senin (22/12) hingga Jumat (26/12), tingkat keterisian hunian hotel rata-rata mencapai 83 hingga 100 persen. Lonjakan ini mengindikasikan tingginya minat wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan di Banyuwangi, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Taufik Rohman, membenarkan data okupansi yang maksimal di sejumlah hotel. Beberapa hotel bahkan mencatat tingkat hunian 100 persen, seperti Lintang Luku Resort dan Teras Hotel. Sementara itu, Hotel Ketapang Indah dan Surya Jajag mencapai 99 persen, Hotel Kokoon 87 persen, El Hotel 83 persen, dan Ilira 82 persen.
Tidak hanya hotel, hunian homestay juga mengalami peningkatan kunjungan yang serupa. Destinasi wisata di Banyuwangi juga mencatat kenaikan kunjungan hingga 100 persen. Berdasarkan data tiket masuk, sebanyak 21.553 pengunjung telah memadati beberapa destinasi sejak 22 hingga 25 Desember, dan angka ini diperkirakan akan terus bertambah hingga Tahun Baru nanti.
Komitmen Pelayanan Terbaik di Libur Nataru
Untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga, Pemkab Banyuwangi telah menerjunkan tim monitoring khusus. Tim ini bertugas melakukan pengecekan rutin ke seluruh destinasi wisata. Pemantauan Destinasi Wisata ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi masalah yang mungkin timbul, serta memastikan wisatawan mendapatkan pengalaman terbaik.
Bupati Ipuk Fiestiandani menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Pokdarwis, dan pelaku usaha pariwisata. Kolaborasi ini krusial dalam menjaga reputasi Banyuwangi sebagai destinasi yang ramah dan aman. Dengan adanya pemantauan berkelanjutan, diharapkan seluruh aspek pelayanan dapat memenuhi ekspektasi pengunjung.
Peningkatan jumlah wisatawan di Banyuwangi selama libur Nataru membawa berkah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Ramainya destinasi wisata dan penuhnya penginapan menjadi indikator positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata daerah. Pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga momentum ini melalui berbagai program dan kebijakan yang mendukung pariwisata berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews