FOTO: Pemilu Lokal di Gaza Kembali Digelar Setelah 20 Tahun
Pemilihan lokal kembali digelar di Gaza setelah 20 tahun, di tengah konflik berkepanjangan dan upaya memperkuat legitimasi politik Palestina.
Warga Palestina di Gaza tengah dan Tepi Barat yang diduduki mulai memberikan suara dalam pemilihan lokal, menjadi yang pertama sejak konflik kembali memuncak. Pemungutan suara digelar di Deir el-Balah untuk sekitar 70.000 pemilih, menandai pelaksanaan pertama di wilayah Gaza dalam 20 tahun terakhir.
Di Tepi Barat, hampir 1,5 juta pemilih terdaftar memilih dewan lokal yang mengelola layanan dasar seperti air, jalan, dan listrik. Pemilu ini berlangsung di tengah upaya Otoritas Palestina memperkuat legitimasi di tengah kritik atas korupsi dan stagnasi politik sejak tidak adanya pemilihan nasional pada 2006.
Sebagian besar kandidat didukung Fatah atau berasal dari kalangan independen, tanpa partisipasi resmi Hamas. Penyelenggaraan di Gaza menghadapi kendala logistik dan keterbatasan akses akibat konflik yang telah merusak infrastruktur secara luas.
Meski partisipasi pemilih cenderung menurun, tingkat keikutsertaan dalam pemilihan lokal sebelumnya berada di kisaran 50 hingga 60 persen. Pemilihan ini menjadi salah satu momentum penting di tengah upaya pembenahan tata kelola dan situasi politik Palestina yang masih belum stabil.