Menjelajahi Keajaiban Alam Taman Nasional Kutai: Dari Orangutan hingga Goa Sampemarta

Selami pesona alam liar Taman Nasional Kutai di Kalimantan Timur, rumah bagi orangutan endemik dan misteri Goa Sampemarta, menawarkan petualangan ekowisata yang mendalam.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menjelajahi Keajaiban Alam Taman Nasional Kutai: Dari Orangutan hingga Goa Sampemarta
Selami pesona alam liar Taman Nasional Kutai di Kalimantan Timur, rumah bagi orangutan endemik dan misteri Goa Sampemarta, menawarkan petualangan ekowisata yang mendalam. (AntaraNews)

Taman Nasional Kutai (TNK) di Kutai Timur, Kalimantan Timur, menawarkan lebih dari sekadar kekayaan tambang. Kawasan ini merupakan jantung keanekaragaman hayati yang vital, menyajikan detak alam liar yang masih terjaga keasliannya. Eksplorasi hutan pelestarian ini membuka wawasan tentang betapa pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem bumi.

Perjalanan menjelajahi TNK bukan sekadar rekreasi biasa, melainkan sebuah ekspedisi untuk merasakan langsung ekosistem daratan Kalimantan. Wisatawan diajak menapaki rute alam yang rimbun, menghirup aroma tanah basah, dan merasakan sengatan matahari tropis. Pengalaman ini berbeda jauh dari sekadar membaca literatur atau melihat peta di layar gawai.

Menurut Kepala Balai Taman Nasional Kutai, Syaiful Bahri, turis mancanegara dari Prancis hingga Belgia kerap mengunjungi hutan ini untuk meneliti satwa endemik orangutan. Rute penjelajahan utama meliputi hutan Prevab Mentoko yang dinamis dengan satwa endemik dan lorong purba Goa Sampemarta yang gelap.

Perjalanan menuju Prevab Mentoko dimulai dengan membelah Sungai Sangatta menggunakan ketinting, perahu kayu khas Kalimantan. Selama 30 menit dari Dusun Kabo, Sangatta, lanskap perkotaan perlahan sirna, digantikan pemandangan alam asri dan perkampungan senyap di tepian sungai. Suara gemericik air dan mesin kapal menjadi pengiring menuju keheningan rimba.

Prevab Mentoko adalah hutan penelitian ekologi dan destinasi ekowisata yang berdiri di kawasan Taman Nasional Kutai. Syaiful Bahri menyebut Prevab sebagai “pesona rimba yang menyenangkan” bagi peneliti konservasi dan pencinta ekowisata. Di sini, satwa liar endemik Kalimantan adalah tuan rumah seutuhnya, dan manusia berperan sebagai tamu yang wajib menjaga tata krama.

Eksplorasi di Prevab menuntut kejelian mata dan kepekaan telinga untuk mengamati satwa liar. Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) sering menjadi daya tarik utama di antara tajuk pohon meranti yang menjulang tinggi. Selain orangutan, pengunjung juga dapat melihat babi hutan, rusa sambar, kawanan kera ekor panjang, hingga buaya yang berjemur di tepi sungai.

Prevab juga menawarkan pengalaman unik penjelajahan malam, di mana wisatawan dapat mengamati laba-laba tarantula, tarsius, dan burung-burung yang beristirahat. Meskipun berada di tengah hutan belantara, Prevab menyediakan fasilitas menginap yang memadai dengan konsep menyatu alam. Bangunan berkonstruksi ulin dan area berkemah tersedia untuk kenyamanan pengunjung.

Setelah menjelajahi Prevab Mentoko, petualangan berlanjut ke Goa Sampemarta, yang menawarkan tantangan berbeda. Perjalanan menuju Desa Martadinata, titik awal masuk goa, memakan waktu sekitar 30 menit berkendara. Jika Prevab mengajak menatap tajuk pohon, Goa Sampemarta menuntut nyali untuk menuruni perut bumi.

Mengeksplorasi Goa Sampemarta adalah kegiatan wisata minat khusus yang menantang, berbeda dengan susur sungai yang santai. Kegelapan dan medan batuan purba membutuhkan pendampingan ketat dari pemandu lokal dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Martadinata. Tim ahli dari Bontang Satria Punggawa juga diturunkan untuk memastikan protokol keselamatan terpenuhi, dengan mewajibkan penggunaan helm, sepatu khusus, dan pencahayaan memadai.

Memasuki mulut goa terasa seperti menembus lorong dimensi waktu, dengan suhu udara yang seketika menurun drastis dan hawa sejuk lembap. Pengunjung menyusuri bagian dalam gua secara hati-hati selama 15 hingga 20 menit. Di dalam perut bumi, stalaktit dan stalagmit yang terbentuk ribuan tahun menjadi galeri seni geologis yang menakjubkan, diterangi cahaya senter.

Goa Sampemarta tidak hanya menawarkan formasi bebatuan mati, tetapi juga ekosistem yang hidup. Koloni kelelawar memenuhi langit-langit gua, dan ikan sidat berukuran besar terlihat di genangan air. Syaiful Bahri menjelaskan bahwa goa ini menjadi rumah bagi spesies unik seperti kelelawar, jangkrik goa, laba-laba, dan lumut goa yang beradaptasi dengan kegelapan abadi, membuktikan keperawanan ekosistemnya.

Petualangan melintasi Prevab Mentoko dan Goa Sampemarta di Taman Nasional Kutai lebih dari sekadar pemenuhan hasrat rekreasi. Ini adalah pembelajaran kehidupan tentang nilai kesabaran, kerja sama tim, dan kesadaran akan pentingnya menjaga alam. Pengalaman ini menggarisbawahi betapa kecilnya manusia di tengah semesta dan betapa krusialnya melestarikan lingkungan yang telah menopang kehidupan selama jutaan tahun.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi