Banten Sambut Baik Penetapan Empat Sekolah sebagai SMA Garuda Transformasi 2026
Pemerintah Provinsi Banten mengapresiasi penetapan empat sekolah di wilayahnya sebagai bagian dari program SMA Garuda Transformasi 2026, sebuah langkah strategis untuk peningkatan kualitas pendidikan di Tanah Jawara.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyambut baik penetapan empat sekolah di wilayahnya sebagai bagian dari 30 Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda Transformasi 2026. Program ini diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Apresiasi ini disampaikan Gubernur Banten, Andra Soni, di Kota Serang, Minggu, menyoroti masuknya SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) yang berada di bawah naungan Pemprov Banten.
Gubernur Andra Soni menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian ini, terutama untuk SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS). Ia berharap anak-anak potensial di Provinsi Banten dapat bersekolah di sana dan mendapatkan pendidikan terbaik. Pemprov Banten berkomitmen untuk terus meningkatkan kesempatan bagi anak-anak, khususnya dari keluarga kurang mampu, agar bisa mengenyam pendidikan di SMA Garuda Transformasi.
Penetapan ini merupakan wujud nyata dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Sekolah-sekolah terpilih akan menjadi percontohan yang terintegrasi dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat maupun daerah. Program ini diharapkan dapat mencetak generasi penerus yang kompetitif dan siap menghadapi tantangan global.
Akselerasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin, menegaskan kesiapan daerahnya dalam mendukung agenda strategis nasional ini. Menurutnya, program SMA Unggul Garuda Transformasi (SUGT) adalah manifestasi visi daerah untuk mengakselerasi pendidikan di Tanah Jawara. Tujuannya adalah mencetak pemimpin kompetitif yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Program ini bukan sekadar inisiatif biasa, melainkan pengayaan prestisius bagi sekolah dengan rekam jejak akademik unggul. Harapannya adalah menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu membimbing putra-putri daerah menembus perguruan tinggi terbaik dunia. Dengan demikian, kualitas lulusan SMA di Banten dapat bersaing di kancah global.
Dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah akan memastikan kelancaran implementasi program ini. Kolaborasi antarpihak menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target peningkatan mutu pendidikan. Melalui program ini, Banten bertekad menjadi salah satu provinsi terdepan dalam menghasilkan SDM berkualitas.
Empat Sekolah Unggulan dan Dukungan Pakar Nasional
Untuk menjaga standar mutu internasional, program SMA Unggul Garuda Transformasi melibatkan tim pakar dari perguruan tinggi terkemuka. Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) turut serta dalam pengembangan dan pengawasan program ini. Keterlibatan para ahli memastikan kurikulum dan metode pengajaran sesuai dengan standar terbaik.
Empat satuan pendidikan di Banten yang akan memulai implementasi pada tahun 2026 tersebar di wilayah Pandeglang dan Tangerang Selatan (Tangsel). Sekolah-sekolah tersebut adalah SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) Kabupaten Pandeglang, SMA Kharisma Bangsa (Kota Tangsel), SMA Labschool Cirendeu (Kota Tangsel), dan MA Ibad Ar Rahman (Kabupaten Pandeglang). Pemilihan sekolah-sekolah ini didasarkan pada potensi dan rekam jejak akademik mereka.
Dukungan dari perguruan tinggi ternama ini diharapkan dapat memberikan bimbingan teknis dan akademis yang kuat. Tujuannya adalah membentuk ekosistem pendidikan yang inovatif dan berdaya saing tinggi. Dengan demikian, siswa-siswi di sekolah-sekolah ini akan mendapatkan pengalaman belajar yang optimal dan berkualitas.
Dasar Hukum dan Tiga Pilar Utama Program
Penyelenggaraan sekolah unggulan ini didasarkan pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 Tahun 2025. Perpres ini diteken oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 November 2025, menunjukkan komitmen pemerintah pusat terhadap program ini. Regulasi ini menjadi landasan hukum yang kuat bagi pelaksanaan SMA Unggul Garuda Transformasi di seluruh Indonesia.
Pemerintah menargetkan transformasi 80 sekolah di seluruh Indonesia secara bertahap selama periode 2025–2029. Target ambisius ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang merata dan berkualitas. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan sekolah unggulan lainnya di masa depan.
Terdapat tiga pilar utama yang menjadi tumpuan SMA Unggul Garuda. Pilar pertama adalah pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Pilar kedua adalah inkubator pemimpin, yang bertujuan mencetak calon-calon pemimpin masa depan. Pilar ketiga adalah prestasi dan pengabdian, mendorong siswa untuk berprestasi sekaligus memiliki jiwa pengabdian kepada masyarakat.
Sumber: AntaraNews