Atasi Kekeringan, Petani Lebak Andalkan Pompa Pantek Sistem Satelit
Memasuki musim kemarau, petani di Kabupaten Lebak, Banten, berinovasi menggunakan pompa pantek sistem satelit untuk mengatasi kekeringan parah yang mengancam gagal panen tanaman padi mereka.
Musim kemarau atau El Nino yang melanda Kabupaten Lebak, Banten, telah memicu kekeringan serius di lahan pertanian, khususnya persawahan. Kondisi ini mendorong para petani untuk mencari solusi inovatif demi menyelamatkan tanaman padi mereka yang terancam gagal panen. Salah satu upaya yang kini diandalkan adalah pemanfaatan pompa pantek sistem satelit untuk menyedot air dari dalam tanah.
Ketua Kelompok Tani Sukabungah Kabupaten Lebak, Ruhiana, mengungkapkan bahwa pompa pantek ini terbukti sangat efektif. Alat ini mampu menyedot air dari kedalaman hingga 60 meter, memastikan pasokan air yang cukup untuk mengaliri sawah. Inovasi ini menjadi harapan besar bagi petani di tengah ancaman kekeringan ekstrem.
Penggunaan pompa pantek sistem satelit tidak hanya efektif, tetapi juga menawarkan efisiensi biaya yang signifikan dibandingkan metode irigasi tradisional. Keberadaan teknologi ini diharapkan dapat membantu petani Lebak menjaga produktivitas pangan di tengah tantangan perubahan iklim.
Inovasi Petani Atasi Ancaman Kekeringan
Ancaman kekeringan di Kabupaten Lebak semakin nyata, dengan 150 hektare tanaman padi yang baru berusia rata-rata 10 hari setelah tanam kini mengalami kekeringan. Situasi ini terjadi karena tidak turunnya hujan selama sepekan terakhir, yang berpotensi menghambat pertumbuhan padi secara optimal.
Ruhiana menjelaskan bahwa Kelompok Tani Sukabungah saat ini telah memiliki tiga unit pompa pantek sistem satelit yang diperoleh melalui bantuan dana desa, dengan anggaran Rp50 juta per unit. Meskipun demikian, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan, di mana mereka masih kekurangan sekitar 10 unit pompa lagi untuk mengairi seluruh lahan yang terdampak.
Kekurangan unit pompa ini menjadi perhatian serius karena jika kemarau panjang terus berlanjut, risiko gagal panen akan semakin tinggi. Oleh karena itu, para petani sangat berharap pemerintah daerah dapat menyalurkan bantuan pompa pantek tambahan. Bantuan ini krusial untuk memastikan ketahanan pangan lokal tetap terjaga.
Keunggulan Pompa Pantek Sistem Satelit
Petani di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Yasin, turut merasakan manfaat besar dari penggunaan pompa pantek. Ia bersama petani lainnya secara swadaya mengaliri persawahan mereka menggunakan sistem ini. Menurut Yasin, pompa pantek sangat membantu karena biayanya yang relatif murah dibandingkan pompa diesel.
Untuk mengoperasikan pompa pantek sistem satelit, biaya listrik yang dikeluarkan hanya sekitar Rp3.000 per jam, jauh lebih hemat dibandingkan pompa diesel yang membutuhkan Rp10.000 per jam.
Proses pengoperasiannya melibatkan pemasangan tiang listrik dan sedotan air yang kemudian dialirkan ke petak-petak sawah. Efisiensi biaya operasional ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat pompa pantek sistem satelit menjadi pilihan favorit para petani dalam menghadapi musim kemarau.
Dukungan dan Harapan dari Dinas Pertanian
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengonfirmasi bahwa kekeringan areal persawahan saat ini terjadi di beberapa wilayah, namun belum merata. Kondisi ini masih dapat ditangani melalui sistem pompanisasi, yaitu dengan menyedot air dari sungai, embung, hingga dari dalam tanah.
Rahmat Yuniar juga mengimbau agar para petani dapat memanfaatkan pompa bantuan yang telah tersedia untuk mengatasi kekeringan. Tujuannya adalah agar produksi pangan tetap dapat dipertahankan di tengah musim kemarau.
Dukungan dari pemerintah daerah melalui penyediaan sarana irigasi modern seperti pompa pantek menjadi kunci penting. Kolaborasi antara petani dan pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi pertanian di Lebak, sekaligus memastikan kesejahteraan petani di masa sulit ini.
Sumber: AntaraNews