Tak Hanya Dendam, Polisi Diminta Usut Motif Lain Kasus Penusukan Ketua Golkar Maluku Tenggara Nus Kei

Kepolisian sebelumnya meringkus dua terduga pelaku penikaman Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora (Nus Kei).

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Tak Hanya Dendam, Polisi Diminta Usut Motif Lain Kasus Penusukan Ketua Golkar Maluku Tenggara Nus Kei
Tak Hanya Dendam, Polisi Diminta Usut Motif Lain Kasus Penusukan Ketua Golkar Maluku Tenggara Nus Kei (Merdeka.com)

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus mengecam keras aksi penusukan terhadap Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Sahroni menilai aksi pelaku merupakan perbuatan brutal yang harus diproses tegas aparat penegak hukum.

"Saya sangat berduka dan mengecam keras tindakan pelaku. Apa pun motifnya, termasuk jika alasannya balas dendam, tindakan merenggut nyawa orang lain tidak pernah bisa dibenarkan, baik secara moral maupun hukum," kata Sahroni dalam keterangannya, Selasa (21/4).

Sahroni juga meminta kepolisian mengusut tuntas kasus ini, termasuk mendalami kemungkinan adanya pihak lain di balik peristiwa tersebut. Menurut dia, jangan sampai pola penyelesaian konflik, apalagi jika berkaitan dengan urusan politik diselesaikan dengan kekerasan. Dia mendesak pelaku dijerat dengan hukuman setimpal agar memberi efek jera dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

“Saya minta kepolisian terus mendalami, apakah ini murni dendam perorangan atau ada pihak lain di belakangnya,” tegas Sahroni.

Pengakuan Pelaku

Polres Maluku Tenggara sebelumnya meringkus dua terduga pelaku penikaman Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Kedua pelaku tersebut yakni berinisial HR (28), serta FU (36) yang ditangkap ditangkap setelah peristiwa penusukan.

Motif pembunuhan Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, terungkap. Polisi menyebut penusukan di Bandara Karel Sadsuitubun dipicu dendam lama.

Hal itu diungkap oleh Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi berdasarkan pengakuan pelaku. "Motif pelaku adalah balas dendam," kata dia saat dihubungi, Senin (20/4).

Menurutnya, kedua pelaku menaruh dendam karena menganggap korban sebagai otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Holat, yang terjadi pada 2020 di Jakarta, tepatnya di samping Apartemen Metro Galaxy, Kalimalang, Bekasi.

"Kedua pelaku dendam karena korban Nus Kei adalah otak dibalik pembunuhan saudara kedua pelaku atas nama Fenansius Wadanubun alias Dani Holat yang terjadi pada tahun 2020 di Jakarta samping apartemen Metro Galaxy, Kalimalang, Bekasi," ucap dia.



Sebelumnya, terjadi penusukan di pintu keluar bandara, Kecamatan Kei Kecil, pada Minggu, 19 April 2026 sekitar pukul 11.25 WIT. Korban yang baru tiba dari Jakarta langsung diserang dengan pisau oleh pelaku.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 12.00 WIT. Namun nyawanya tak tertolong akibat luka serius yang diderita.

Polisi bergerak cepat meringkus dua terduga pelaku berinisial HR (28) dan FU (36), hanya dua jam setelah kejadian. Kini, keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Maluku Tenggara.



Rekomendasi