Dishut Kalsel Perkuat RHL Bundaran Pohon Jokowi dengan Penanaman Pohon Tanjung
Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan gencar melakukan Penanaman Pohon Tanjung Kalsel di Bundaran Pohon Jokowi, Banjarbaru, untuk memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan serta meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) gencar melaksanakan upaya rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di kawasan strategis perkotaan. Pada Sabtu (25/4), sebanyak 500 bibit pohon tanjung ditanam di Bundaran Pohon Jokowi, Komplek Kantor Sekretariat Daerah Kalsel di Banjarbaru. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat RHL sekaligus meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau (RTH) publik.
Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan seluruh personel dinas. Inisiatif ini merupakan bagian penting dari upaya terpadu menjaga kelestarian lingkungan perkotaan yang terus berkembang. Penanaman pohon juga memperkuat fungsi ekologis kawasan yang menjadi ruang publik favorit masyarakat.
Sebanyak 500 batang tanaman jenis tanjung ditanam dan disulam untuk memperkaya keanekaragaman vegetasi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan tutupan hijau serta memperkuat daya dukung lingkungan di area Bundaran Pohon Jokowi. Penanaman pohon memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan.
Upaya Penanaman dan Diversifikasi Vegetasi
Penanaman 500 bibit pohon tanjung oleh Dishut Kalsel ini bukan sekadar penghijauan biasa. Fathimatuzzahra menyatakan bahwa kegiatan ini secara spesifik bertujuan untuk memperkaya keanekaragaman vegetasi di Bundaran Pohon Jokowi. Peningkatan tutupan hijau menjadi prioritas untuk menciptakan lingkungan yang lebih asri dan nyaman bagi pengunjung.
Pohon tanjung dipilih untuk memperkuat daya dukung lingkungan di kawasan tersebut. Selain itu, penanaman ini merupakan bagian integral dari strategi Dishut Kalsel dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kawasan perkotaan membutuhkan paru-paru kota yang kuat untuk menopang pertumbuhan dan aktivitas masyarakat.
Manfaat penanaman pohon meluas hingga pada mitigasi dampak perubahan iklim. Pohon-pohon ini berperan aktif dalam menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Dengan demikian, kualitas udara di kawasan perkotaan Banjarbaru diharapkan dapat meningkat signifikan.
Pemeliharaan Lingkungan dan Peran Komunitas
Selain kegiatan penanaman, Dishut Kalsel juga fokus pada pemeliharaan rutin tanaman yang sudah ada. Tim melaksanakan penyulaman, pemangkasan, serta perawatan berkala untuk memastikan pertumbuhan optimal. Upaya ini penting demi keberlanjutan fungsi ekologis kawasan dalam jangka panjang.
Aksi bersih kawasan juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan ini. Tim secara aktif membersihkan sampah dan serasah di sekitar bundaran. Langkah konkret ini menunjukkan komitmen Dishut Kalsel dalam menjaga kebersihan dan estetika lingkungan.
Bundaran Pohon Jokowi merupakan salah satu lokasi favorit masyarakat Banjarbaru untuk berolahraga dan berwisata. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan keasrian kawasan sangat krusial. Lingkungan yang terjaga akan mendukung fungsi publiknya secara optimal.
Komitmen Pemerintah dan Kesadaran Publik
Fathimatuzzahra menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah. Inisiatif ini mendukung penuh program rehabilitasi hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. Pemerintah berupaya keras untuk menciptakan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang.
Lebih lanjut, program ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat. Pentingnya menjaga kelestarian lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama. Edukasi dan partisipasi publik adalah kunci keberhasilan jangka panjang.
Dishut Kalsel mengimbau masyarakat yang berkunjung ke Bundaran Pohon Jokowi agar turut menjaga kebersihan. Tidak membuang sampah sembarangan adalah tindakan sederhana namun berdampak besar. Dengan demikian, kawasan tersebut dapat tetap asri, nyaman, dan berfungsi optimal sebagai paru-paru kota.
Sumber: AntaraNews