Dishut Kalsel Perkuat Sentra Kayu dan Rehabilitasi Mangrove Demi Kelestarian Hutan dan Ekonomi Lokal

Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) mengambil langkah strategis untuk memperkuat sentra kayu dan rehabilitasi mangrove, guna menjaga kelestarian ekosistem serta meningkatkan nilai tambah produk kehutanan unggulan daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dishut Kalsel Perkuat Sentra Kayu dan Rehabilitasi Mangrove Demi Kelestarian Hutan dan Ekonomi Lokal
Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) mengambil langkah strategis untuk memperkuat sentra kayu dan rehabilitasi mangrove, guna menjaga kelestarian ekosistem serta meningkatkan nilai tambah produk kehutanan unggulan daerah. (AntaraNews)

Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) secara aktif memperkuat sentra kayu dan merencanakan rehabilitasi mangrove. Langkah ini diambil untuk menjaga kelestarian hutan serta ekosistem pesisir di wilayah tersebut.

Selain itu, upaya ini juga bertujuan meningkatkan nilai tambah produk kehutanan unggulan daerah. Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, menyatakan bahwa penguatan sektor kehutanan ini merupakan bagian dari evaluasi program kerja dan penyelarasan kegiatan di lapangan.

Program-program tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ini dilakukan tanpa mengorbankan kelestarian hutan yang menjadi aset penting bagi Kalimantan Selatan.

Fokus Penguatan Sentra Kayu Berkelanjutan

Dalam konteks sentra kayu, Dishut Kalsel menekankan pentingnya sinkronisasi kegiatan antarpihak terkait. Penegasan peran masing-masing pihak juga menjadi sorotan utama untuk efektivitas program.

Fathimatuzzahra menyoroti perlunya komunikasi yang kuat agar program berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Semua ini harus dilakukan tanpa merusak kelestarian hutan yang ada.

Transparansi dan perhitungan usaha yang matang ditekankan sebagai kunci keberhasilan pengelolaan sentra kayu. Pengelolaan harus dilakukan dengan perencanaan yang cermat, koordinasi yang solid, dan pengawasan berkelanjutan.

Tujuannya adalah agar sentra kayu dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Rehabilitasi Mangrove dan Optimalisasi HHBK

Dishut Kalsel juga membahas rencana rehabilitasi mangrove melalui kegiatan FOLU Net Sink 2030 sektor kehutanan. Program ini diharapkan memperkuat pemulihan ekosistem pesisir secara terencana dan mengurangi risiko kerusakan ekologis.

Langkah ini juga bertujuan untuk mengurangi risiko kerusakan ekologis yang mungkin terjadi di masa depan. Fathimatuzzahra menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian integral dari komitmen Dishut Kalsel.

Selain itu, pengelolaan galeri Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) menjadi agenda penting lainnya. Tujuannya adalah mengoptimalkan promosi dan pemasaran produk kehutanan unggulan daerah.

Optimalisasi HHBK diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk lokal. Ini penting baik di pasar regional maupun di pasar nasional.

Komitmen Dishut Kalsel untuk Kelestarian Lingkungan

Fathimatuzzahra menyatakan komitmen Dishut Kalsel untuk mengevaluasi pelaksanaan program secara berkala. Hal ini penting untuk memastikan konsistensi dan profesionalitas dalam setiap kegiatan kehutanan.

Sinkronisasi antara perencanaan teknis dan pelaksanaan di lapangan menjadi prioritas utama. Tujuannya adalah agar target-target yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan efektif dan efisien.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Dishut Kalsel berharap sentra kayu dan rehabilitasi mangrove berjalan efektif. Program ini diharapkan memberikan manfaat ekonomi signifikan bagi masyarakat.

Pada akhirnya, semua upaya ini ditujukan untuk memastikan kelestarian hutan dan ekosistem pesisir tetap terjaga. Ini demi keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang di Kalimantan Selatan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi