Ratusan anggota Pramuka dari Kwartir Daerah (Kwarda) Banten bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Banten telah menggelar sebuah aksi lingkungan yang signifikan. Kegiatan ini melibatkan penanaman 350 pohon dan susur Sungai Cibanten.
Aksi ini berpusat di Kota Serang, Banten, pada Sabtu, 18 April. Fokus utama kegiatan adalah menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem sungai yang vital.
Penanaman pohon bertujuan mencegah erosi dan menjaga kualitas lingkungan, sementara susur sungai untuk membersihkan sampah. Ini merupakan upaya konkret dalam edukasi generasi muda akan kepedulian lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Lutfi Mujahidin, Andalan Abdi Masyarakat dan Penanggulangan Bencana Kwarda Banten, menjelaskan detail kegiatan ini. Sebanyak 350 bibit pohon keras ditanam, meliputi jenis mahoni, jambu, dan albasiah.
Penanaman pohon ini melibatkan berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas lokal. Lokasi penanaman difokuskan di bantaran Kali Bedeng-Cibanten, Kelurahan Kasunyatan, dan bantaran Kali Bedeng Lingkungan BBS Pengayoman, Kelurahan Sukadana.
Keberadaan pohon di bantaran sungai sangat penting untuk memperkuat struktur tanah. Pohon-pohon ini juga berperan menjaga kualitas air serta menciptakan lingkungan yang lebih sejuk.
Advertisement
Kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi efektif bagi generasi muda. Tujuannya agar mereka semakin peduli terhadap lingkungan sekitar dan keberlanjutannya.
Advertisement
Selain penanaman pohon, aksi susur sungai juga menjadi fokus utama kegiatan Aksi Lingkungan Pramuka Banten. Susur sungai dilakukan sepanjang lima kilometer, membentang dari Jembatan Kidemang Unyur hingga Kampung Kenari, Kecamatan Kasemen.
Pramuka berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten dan Komunitas Peduli Sungai Banten. Tiga perahu diterjunkan untuk mendukung operasi pembersihan di air.
Pasukan dibagi menjadi tim darat dan tim sungai dengan tugas spesifik. Tim ini membersihkan sampah, memetakan titik penumpukan sampah, dan mengedukasi warga bantaran.
Advertisement
Lulu Jamaludin, Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten, menyampaikan hasil positif dari pembersihan. Tim gabungan berhasil mengangkat tumpukan sampah dari aliran sungai ke daratan.
Advertisement
Meskipun berhasil mengangkat sampah, Lulu Jamaludin menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat. Ia menemukan banyak titik sampah yang didominasi oleh sampah rumah tangga.
Selain sampah, tim di lapangan juga menghadapi hambatan lain berupa pohon tumbang. Pohon tumbang ini menahan penumpukan material sampah, memperparah kondisi.
Pembersihan lanjutan dengan peralatan yang lebih lengkap akan segera dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Kegiatan kolaboratif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat.
Advertisement
Sinergi antara Pramuka, komunitas, dan pemerintah diharapkan semakin kuat dalam melestarikan lingkungan. Tujuannya adalah menciptakan Provinsi Banten yang lebih bersih dan lestari.
Sumber: AntaraNews