Pemprov Papua Pegunungan Tanam 3.000 Pohon di Hardiknas, Edukasi Lingkungan Sejak Dini
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan sukses menanam 3.000 pohon saat Hardiknas 2026. Aksi Penanaman Pohon Papua Pegunungan ini bertujuan menanamkan karakter peduli lingkungan kepada generasi muda.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan secara aktif menggelar aksi penanaman 3.000 pohon bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Kegiatan monumental ini dilaksanakan di kawasan perbukitan Napua, Kabupaten Jayawijaya, serta di lingkungan SMA Kristen Wamena. Inisiatif Penanaman Pohon Papua Pegunungan ini secara spesifik bertujuan untuk menanamkan karakter peduli lingkungan yang kuat kepada siswa-siswi di seluruh wilayah tersebut.
Aksi lingkungan yang inspiratif ini melibatkan partisipasi aktif dari sekitar 300 siswa dan guru, berasal dari SD YPPGI Napua dan Sekolah Papua Harapan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan merupakan bagian integral dari upaya berkelanjutan Pemprov Papua Pegunungan untuk menjaga kelestarian ekosistem alam. Langkah ini juga strategis untuk mencegah potensi terjadinya bencana alam seperti tanah longsor dan banjir yang kerap mengancam di masa mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Pegunungan, Simon Sembor, di Wamena, Sabtu, menegaskan bahwa penanaman pohon ini adalah bentuk dukungan konkret. Dukungan ini diberikan untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem alam di Papua Pegunungan. Sementara itu, Ketua Tim Tenaga Ahli Gubernur Papua Pegunungan, Paul Wetipo, menambahkan bahwa penanaman 3.000 pohon ini menjadi langkah awal yang krusial untuk mensukseskan program ambisius "menghijaukan lembah" di Kabupaten Jayawijaya.
Edukasi Lingkungan untuk Generasi Muda Papua Pegunungan
Penanaman pohon yang dilakukan pada momentum Hardiknas ini memiliki dimensi lebih dari sekadar seremoni; ia merupakan sebuah upaya edukasi yang mendalam bagi generasi muda Papua Pegunungan. Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, bersama Wakil Gubernur, Ones Pahabol, telah menggariskan visi misi yang mengedepankan tiga pilar utama pembangunan, yaitu pemerintah, adat, dan agama. Melalui kegiatan Penanaman Pohon Papua Pegunungan ini, anak-anak adat secara langsung diajak untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap alam dengan berpartisipasi aktif dalam menanam pohon.
Paul Wetipo secara tegas menekankan urgensi untuk membekali jiwa menjaga lingkungan sejak dini kepada generasi muda, khususnya mereka yang berada di Kabupaten Jayawijaya. Beliau menjelaskan bahwa Bapak Gubernur sangat menginginkan agar anak-anak sekolah diajarkan sejak usia dini untuk mencintai alam. Ini termasuk memahami pentingnya menjaga hutan yang lestari dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan penanaman pohon.
Bukti nyata dari kecintaan terhadap alam ini diwujudkan dengan mengajak langsung siswa-siswi dari berbagai sekolah untuk turut serta dalam kegiatan penanaman pohon hari ini. Inisiatif ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif yang kuat. Tujuannya adalah agar generasi mendatang di Papua Pegunungan menjadi lebih bertanggung jawab dan proaktif dalam melestarikan lingkungan mereka, menciptakan masa depan yang lebih hijau.
Strategi Penghijauan Berkelanjutan dengan Pohon Lokal
Program "menghijaukan lembah" di Kabupaten Jayawijaya, yang dimulai dengan Penanaman Pohon Papua Pegunungan sebanyak 3.000 unit ini, merupakan bagian dari strategi jangka panjang. Koordinasi yang erat dengan Bapak Gubernur memastikan bahwa semangat menanam ini akan terus menerus ditanamkan pada setiap perayaan Hardiknas di tahun-tahun mendatang. Hal ini krusial agar generasi muda dapat secara konsisten menjaga dan melestarikan ekosistem alam yang kaya di daerah tersebut.
Jumlah total tanaman yang berhasil ditanam dalam kegiatan ini mencapai kurang lebih 3.000 pohon. Pemilihan jenis pohon sangat diperhatikan, dengan fokus pada pohon-pohon asli Papua Pegunungan. Beberapa contoh yang ditanam adalah pohon Wilo, Sin, dan pucuk merah, yang tidak hanya berfungsi untuk mempercantik lanskap daerah tetapi juga memiliki manfaat ekologis signifikan. Pemilihan pohon asli seperti Wilo dan Sin secara khusus diutamakan karena kemampuannya dalam meningkatkan kesuburan tanah.
Paul Wetipo lebih lanjut menjelaskan bahwa mulai saat ini, setiap perayaan Hardiknas akan menjadi momentum penting untuk melaksanakan kegiatan penanaman pohon di kedelapan kabupaten yang ada di Papua Pegunungan. Langkah ini diambil dengan tujuan ganda: memberikan edukasi yang berkelanjutan dan membudayakan kegiatan menanam pohon sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. Diharapkan, upaya ini akan menciptakan dampak positif yang masif dan berkelanjutan bagi kelestarian lingkungan di seluruh provinsi.
Sumber: AntaraNews