Disdikbud Papua Pegunungan Gelar Penanaman Pohon Hardiknas 2026: Edukasi Lingkungan Sejak Dini
Peringati Hardiknas 2026, Disdikbud Papua Pegunungan bersama mitra tanam 100 pohon di SMA Kristen Wamena. Aksi ini edukasi lingkungan dan dukung pembangunan berkelanjutan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Papua Pegunungan menggelar aksi penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada tanggal 2 Mei 2026. Sebanyak 100 pohon ditanam di lingkungan SMA Kristen Wamena, Kabupaten Jayawijaya, sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas untuk menanam 3.000 pohon di wilayah tersebut.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi erat antara Disdikbud Papua Pegunungan dengan Darma Wanita Persatuan (DWP), Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Papua Pegunungan, serta Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan (DLHKP) Papua Pegunungan. Sinergi ini menunjukkan komitmen berbagai pihak dalam mendukung pendidikan berwawasan lingkungan.
Plt Kepala Disdikbud Papua Pegunungan, Simon Sembor, menyatakan bahwa penanaman pohon di lingkungan sekolah menjadi metode efektif untuk mendekatkan pelajar dengan alam. Inisiatif ini bertujuan memberikan edukasi langsung kepada siswa tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Edukasi Lingkungan dan Manfaat Pohon bagi Kehidupan
Simon Sembor menjelaskan bahwa Hardiknas tahun 2026 ini memiliki pendekatan yang berbeda, dengan fokus pada pengajaran praktis tentang pemeliharaan lingkungan. Para pelajar diajarkan untuk merawat dan menjaga hutan di wilayah Papua Pegunungan sebagai bagian penting dari kurikulum pendidikan mereka. Pendekatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan untuk konservasi lingkungan.
Pendidikan, menurut Sembor, tidak hanya terbatas pada ilmu di dalam ruangan, tetapi juga mencakup pemahaman mendalam tentang alam dan ekosistem. Siswa diajarkan sejak dini mengenai berbagai fungsi vital pohon, termasuk perannya dalam menyediakan oksigen dan menjaga ketersediaan air tanah. Selain itu, pohon juga krusial dalam mencegah bencana alam seperti longsor dan banjir, serta berfungsi sebagai penyerap karbon gas rumah kaca, berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim. Kegiatan penanaman pohon ini merupakan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan lingkungan. Melalui program ini, diharapkan kesadaran lingkungan tertanam kuat dalam diri generasi muda, membentuk karakter yang peduli terhadap bumi dan sumber daya alam. Ini adalah langkah konkret menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi Papua Pegunungan.
Mendukung Pembangunan Ramah Lingkungan di Papua Pegunungan
Aksi penanaman pohon ini merupakan wujud dukungan terhadap arah kebijakan pembangunan yang digagas oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo-Ones Pahabol, yang mengedepankan pembangunan ramah lingkungan. Inisiatif ini selaras dengan visi pemerintah daerah untuk menjaga kelestarian alam.
Simon Sembor menegaskan bahwa menanam dan merawat pohon adalah cara konkret untuk mendukung serta menyukseskan program pembangunan ramah lingkungan. Ia menekankan filosofi bahwa jika lingkungan atau alam kita jaga, maka alam pun akan menjaga kita. Keterlibatan aktif masyarakat, khususnya para pelajar, menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi ini. Kepala DLHKP Papua Pegunungan, Lince Kogoya, mengimbau seluruh pelajar di Papua Pegunungan, khususnya di SMA Kristen Wamena, untuk aktif menanam, menjaga, dan merawat pohon. Tujuannya adalah agar hutan tetap lestari dan daerah terhindar dari musibah banjir dan tanah longsor di masa mendatang. Inisiatif semacam ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan dengan aksi nyata.
Sumber: AntaraNews