DPR RI Dorong Sinergi Sekolah Keluarga untuk Cetak Generasi Unggul Berkarakter

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menggalang sinergi sekolah keluarga di Kaltim melalui lokakarya, menekankan peran aktif orang tua dan sekolah dalam membentuk generasi unggul.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DPR RI Dorong Sinergi Sekolah Keluarga untuk Cetak Generasi Unggul Berkarakter
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menggalang sinergi sekolah keluarga di Kaltim melalui lokakarya, menekankan peran aktif orang tua dan sekolah dalam membentuk generasi unggul. (AntaraNews)

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, terus menggalang sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan keluarga. Upaya ini bertujuan untuk mencetak generasi muda Indonesia yang unggul dan berkarakter. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pendidikan ini di Samarinda, Kalimantan Timur.

Menurut Hetifah, keluarga harus menjadi mitra aktif dalam pendidikan anak-anak. Peran keluarga mencakup memberikan teladan nilai, mendampingi proses belajar, serta menjaga komunikasi emosional yang erat dengan anak. Hal ini disampaikan pada Minggu, 3 Mei, dalam sebuah lokakarya pendidikan.

Penguatan kolaborasi ini diperdalam melalui lokakarya pendidikan yang melibatkan seratus guru dan komite sekolah se-Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, mengingatkan bahwa keberhasilan anak bukan tanggung jawab tunggal institusi formal.

Hetifah Sjaifudian menegaskan bahwa fondasi pendidikan yang kuat bermula dari sinergi sekolah keluarga. Ia mendorong setiap satuan pendidikan untuk bertransformasi menjadi ruang belajar yang ramah dan terbuka bagi keluarga murid. Ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang holistik dan suportif.

Legislator dari daerah pemilihan Kaltim ini juga meminta sekolah untuk menyediakan kanal komunikasi yang mudah diakses serta memberikan ruang partisipasi seluas-luasnya bagi para orang tua. Keterlibatan aktif orang tua akan memperkaya pengalaman belajar siswa.

Keluarga memiliki peran krusial dalam memberikan teladan nilai dan mendampingi anak dalam belajar. Komunikasi emosional yang baik antara orang tua dan anak juga menjadi fondasi penting. Kolaborasi ini memastikan bahwa nilai-nilai positif terus tertanam baik di rumah maupun di sekolah.

Menyambut inisiatif ini, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wilayah III Kaltim, Muhammad Ruslie, turut menggenjot upaya tersebut. Ia menekankan pentingnya komunikasi dua arah yang konsisten antara sekolah dan keluarga. Ini adalah kunci untuk pendampingan belajar siswa yang optimal setiap harinya.

Penyelarasan nilai-nilai dasar seperti kedisiplinan dan etika antara lingkungan rumah dan sekolah menjadi sangat penting. Muhammad Ruslie mengungkapkan bahwa keselarasan ini akan mengoptimalkan pendampingan belajar siswa. Dengan demikian, siswa mendapatkan pesan yang konsisten dari kedua pihak.

Kepala Disdikbud Kabupaten Kutai Kartanegara, Heriansyah, turut menegaskan bahwa fondasi utama pendidikan moral dan karakter anak selalu bermula dari lingkungan keluarga. Oleh karena itu, sinergi sekolah keluarga menjadi esensial. Dukungan dari dinas pendidikan menunjukkan komitmen terhadap program ini.

Narasumber lokakarya pendidikan, Suharman, menambahkan bahwa penguatan kemitraan sekolah dan keluarga memerlukan dukungan program yang terarah. Program tersebut harus mencakup peningkatan kapasitas guru dalam membangun komunikasi efektif dengan orang tua. Guru yang terampil berkomunikasi akan memfasilitasi sinergi yang lebih baik.

Senada dengan itu, Wildaniyati, narasumber lainnya, menyoroti pentingnya praktik konkret di sekolah, seperti forum komunikasi rutin antara guru dan orang tua. Kegiatan kolaboratif yang melibatkan orang tua secara langsung dalam proses pendidikan juga sangat dianjurkan.

Praktik-praktik ini akan memperkuat sinergi sekolah keluarga secara nyata. Dengan demikian, tujuan mencetak generasi unggul dan berkarakter dapat tercapai. Kolaborasi yang efektif antara semua pihak adalah investasi penting bagi masa depan pendidikan Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi