Pemkab Bandung Libatkan Pelajar dalam Gerakan Penghijauan Bandung, Target 5,2 Juta Bibit Pohon
Pemerintah Kabupaten Bandung menggandeng pelajar dari berbagai jenjang pendidikan dalam upaya masif penghijauan Bandung, menargetkan penyebaran 5,2 juta bibit pohon untuk investasi lingkungan dan ketahanan pangan daerah.
Pemkab Bandung Libatkan Pelajar dalam Gerakan Penghijauan Bandung, Target 5,2 Juta Bibit Pohon
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, mengambil langkah progresif dalam melestarikan lingkungan dengan melibatkan generasi muda. Program ambisius ini bertujuan untuk menyebarkan 5,2 juta bibit pohon di wilayah tersebut, sebagai bagian dari upaya penghijauan lahan yang rusak. Keterlibatan pelajar diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini dan menciptakan investasi masa depan bagi Kabupaten Bandung.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, pada Sabtu (27/12), mengumumkan bahwa program ini akan menggandeng pelajar dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Setiap siswa diminta untuk berkontribusi dengan mengumpulkan minimal lima benih biji-bijian tanaman kayu keras. Inisiatif ini tidak hanya fokus pada aspek penghijauan, tetapi juga sebagai edukasi praktis tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Penyebaran bibit pohon ini direncanakan akan dilaksanakan pada Januari 2026, menggunakan metode aeroseeding atau penyebaran melalui jalur udara. Pemkab Bandung secara intensif berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) di Landasan Udara Sulaiman untuk memastikan kelancaran dan ketepatan lokasi penyebaran. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkab Bandung dalam menghadapi tantangan lingkungan dan membangun ketahanan daerah.
Strategi Pemkab Bandung untuk Penghijauan Berkelanjutan
Program penghijauan Bandung ini menjadi prioritas Pemkab Bandung untuk mengatasi kerusakan lahan dan mencegah bencana alam. Pelibatan pelajar merupakan strategi jitu untuk menanamkan nilai-nilai konservasi alam sejak dini, menjadikan mereka agen perubahan di masa depan. Bupati Dadang Supriatna menekankan pentingnya peran serta masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Jenis bibit tanaman yang akan disebarkan sangat beragam, mencakup pohon berbatang keras dan buah-buahan. Untuk pohon berbatang keras, bibit yang dikumpulkan meliputi albasia, mahoni, kaliandra, ganitri, hantap, kemiri, angsret, jamuju, dan manglid. Keberagaman jenis pohon ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih kuat dan tahan terhadap perubahan iklim.
Selain itu, bibit pohon buah-buahan seperti nangka, rambutan, salak, mangga, durian, dan alpukat juga disiapkan. Jenis-jenis buah ini dipilih untuk mendukung program ketahanan pangan daerah, memberikan manfaat ekonomi sekaligus ekologi bagi masyarakat. Penanaman pohon produktif ini direncanakan akan dilakukan di wilayah Kecamatan Kertasari, Cimaung, dan Ciwidey, dengan fokus pada pohon alpukat yang dinilai memiliki potensi besar untuk ketahanan pangan.
Inovasi Aeroseeding dan Koordinasi dengan TNI AU
Metode aeroseeding menjadi inovasi utama dalam program penyebaran 5,2 juta bibit pohon ini, memungkinkan cakupan area yang luas dan efisien. Pemkab Bandung telah menjalin koordinasi erat dengan TNI AU di Landasan Udara Sulaiman untuk teknis pelaksanaan. Kerja sama ini memastikan bahwa penyebaran bibit dilakukan secara terencana dan aman, menghindari dampak negatif bagi warga sekitar.
Bupati Dadang Supriatna menjelaskan bahwa koordinasi tersebut sangat krusial untuk menentukan titik lokasi atau kawasan yang akan ditebar benih biji-bijian. “Jangan sampai ada warga yang terkena bibit biji-bijian buah-buahan yang ditebar melalui pesawat,” ujarnya, menegaskan pentingnya aspek keselamatan dalam pelaksanaan program ini.
Pemanfaatan teknologi aeroseeding ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi lahan kritis di Kabupaten Bandung. Dengan dukungan TNI AU, program ini memiliki potensi besar untuk mencapai target penyebaran bibit secara efektif. Langkah ini juga menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga militer dalam mendukung program-program pembangunan yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Dukungan Ketahanan Pangan dan Antisipasi Bencana
Program penghijauan Bandung ini tidak hanya berfokus pada restorasi ekologi, tetapi juga memiliki dimensi ketahanan pangan yang kuat. Dengan menanam bibit pohon buah-buahan, Pemkab Bandung berupaya menciptakan sumber pangan lokal yang berkelanjutan bagi masyarakat. Penanaman pohon alpukat di Kertasari, Cimaung, dan Ciwidey menjadi contoh konkret dari upaya ini, mengingat nilai ekonomis dan nutrisi alpukat yang tinggi.
Selain itu, inisiatif ini merupakan upaya jangka panjang Pemkab Bandung dalam mengantisipasi potensi dampak bencana klimatologi. Curah hujan yang tinggi seringkali menyebabkan bencana longsor dan banjir bandang, terutama di lahan-lahan kritis. Dengan melakukan penghijauan, diharapkan kondisi lahan akan membaik, sehingga risiko bencana dapat diminimalisir secara signifikan.
Upaya Pemkab Bandung ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program penghijauan yang melibatkan berbagai elemen, termasuk pelajar, diharapkan Kabupaten Bandung dapat menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Sumber: AntaraNews