Pemkab Bandung Tutup Jembatan Cijeruk Sebulan untuk Perbaikan Geometri Akses
Pemerintah Kabupaten Bandung menutup Jembatan Cijeruk selama satu bulan mulai 24 April 2026 untuk perbaikan geometri akses, demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna setelah pembangunan jembatan permanen selesai.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mengambil langkah strategis dengan menutup sementara akses Jembatan Cijeruk. Penutupan ini dilakukan selama satu bulan penuh, dimulai sejak tanggal 24 April 2026. Tujuannya adalah untuk melakukan perbaikan geometri akses jembatan secara menyeluruh.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqwa, menjelaskan bahwa perbaikan ini bertujuan utama meningkatkan keselamatan serta kenyamanan para pengguna jalan. Jembatan yang menghubungkan wilayah Bojongsoang dan Baleendah ini merupakan jalur alternatif penting bagi kendaraan roda dua.
Keputusan penutupan total diambil untuk memastikan proses teknis perbaikan berjalan maksimal dan menghindari risiko keselamatan. Warga diimbau untuk menggunakan jalur alternatif lain selama masa pengerjaan berlangsung hingga beton mencapai kekuatan ideal.
Peningkatan Keselamatan Jembatan Cijeruk
Pemerintah Kabupaten Bandung melalui DPUTR fokus pada perbaikan geometri Jembatan Cijeruk setelah konstruksi utama jembatan permanen rampung. Jembatan ini dibangun sebagai pengganti jembatan swadaya masyarakat yang sebelumnya dinilai kurang aman.
Zeis Zultaqwa menegaskan bahwa jembatan swadaya masyarakat, meskipun sangat dibutuhkan warga, memiliki faktor keselamatan yang minim. Oleh karena itu, pemerintah daerah hadir dengan pembangunan jembatan permanen yang lebih kokoh dan aman.
Perbaikan geometri akses ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa jembatan tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga nyaman dan aman saat dilalui. Ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bandung dalam menyediakan infrastruktur yang berkualitas bagi warganya.
Detail Pengerjaan dan Anggaran Proyek
Pembangunan Jembatan Cijeruk menelan anggaran sekitar Rp4 miliar hingga Rp5 miliar, menunjukkan skala proyek yang signifikan. Jembatan ini difungsikan sebagai jalur vital bagi kendaraan roda dua, terutama untuk menghubungkan Bojongsoang dan Baleendah.
Evaluasi teknis saat ini difokuskan pada akses masuk jembatan yang dinilai belum optimal untuk mendukung kelancaran arus kendaraan. DPUTR masih mengkaji apakah nantinya jembatan akan difungsikan sebagai dua jalur atau tetap satu jalur.
Penutupan total akses jembatan akan berlangsung hingga proses pengecoran selesai, dengan estimasi waktu sekitar satu bulan. Langkah ini penting untuk memberikan waktu bagi beton agar mencapai kekuatan idealnya, mencegah potensi bahaya jika dipaksakan digunakan terlalu cepat.
Imbauan dan Komitmen Pemkab Bandung
Zeis Zultaqwa menjelaskan bahwa penutupan total Jembatan Cijeruk diperlukan agar proses pengecoran dapat berjalan maksimal. Hal ini juga untuk mencegah risiko keselamatan apabila jembatan digunakan sebelum beton mencapai kekuatan yang ideal.
Pemerintah Kabupaten Bandung mengimbau seluruh warga untuk menggunakan jalur alternatif yang tersedia selama masa perbaikan. Informasi mengenai perkembangan pengerjaan di lapangan akan terus disampaikan secara berkala kepada masyarakat.
Komitmen Pemkab Bandung dalam memastikan keamanan dan kenyamanan infrastruktur publik menjadi prioritas. Perbaikan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kelancaran mobilitas warga di wilayah tersebut.
Sumber: AntaraNews