Wow, Rp3,4 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan Jembatan Rejang Lebong Pasca Banjir 2022!
BPBD Rejang Lebong memulai perbaikan jembatan beton vital senilai Rp3,4 miliar yang rusak diterjang banjir 2022, diharapkan rampung sebelum 2025 dan mengembalikan aksesibilitas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, telah memulai perbaikan jembatan beton yang rusak parah akibat banjir pada tahun 2022. Proyek rehabilitasi ini menelan anggaran fantastis mencapai Rp3,4 miliar, bersumber dari dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun anggaran 2024. Jembatan ini merupakan penghubung krusial antara Desa Dusun Sawah di Kecamatan Curup Utara dengan Kelurahan Talang Benih di Kecamatan Curup.
Pelaksana tugas Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Rejang Lebong, Bobby Harpa Santana, menyatakan bahwa "Perbaikan bagian pangkal jembatan beton yang menghubungkan Desa Dusun Sawah di Kecamatan Curup Utara dengan Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup, hari ini tadi sudah mulai titik nol." Dia menambahkan bahwa perbaikan ini sangat mendesak mengingat kondisi jembatan yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat sejak dua tahun terakhir. Titik nol pengerjaan telah dilaksanakan pada Selasa, 17 September 2024.
Rehabilitasi jembatan ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi vitalnya sebagai akses transportasi utama bagi masyarakat setempat. Dengan dimulainya proyek ini, diharapkan mobilitas warga dan distribusi barang dapat kembali normal, mendukung perekonomian lokal. Target penyelesaian pengerjaan rehabilitasi jembatan ini adalah sebelum tutup tahun 2025.
Anggaran Fantastis untuk Infrastruktur Vital
Proyek perbaikan Jembatan Rejang Lebong ini menggunakan dana hibah dari BNPB tahun anggaran 2024 senilai Rp3,4 miliar, menunjukkan komitmen serius dalam pemulihan infrastruktur pascabencana. Anggaran sebesar ini dialokasikan untuk memastikan jembatan tidak hanya diperbaiki, tetapi juga diperkuat agar lebih tahan terhadap potensi bencana banjir di masa mendatang. Kondisi jembatan yang rusak parah telah menjadi kendala besar bagi aktivitas sehari-hari warga.
Bobby Harpa Santana menjelaskan bahwa dalam kegiatan rehabilitasi ini, fokus utama adalah pembangunan offride atau pondasi jembatan yang longsor diterjang banjir Sungai Musi. Kerusakan pada pondasi inilah yang menyebabkan jembatan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat selama dua tahun belakangan. Perbaikan ini sangat penting untuk mengembalikan stabilitas dan keamanan struktur jembatan.
Selain pembangunan pondasi, proyek ini juga mencakup pembangunan beton pelapis untuk penahan banjir sepanjang 260 meter. Lapisan beton ini berfungsi sebagai perlindungan tambahan, memastikan fondasi jembatan aman dan tidak mudah rusak kembali akibat terjangan air. Dengan demikian, investasi Rp3,4 miliar ini tidak hanya memperbaiki, tetapi juga meningkatkan ketahanan infrastruktur vital ini.
Harapan Warga dan Dukungan Pemerintah Daerah
Sebelum perbaikan Jembatan Rejang Lebong dimulai, jembatan beton yang menghubungkan Desa Dusun Sawah dengan Kelurahan Talang Benih itu hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki. Kondisi ini terjadi setelah warga setempat berinisiatif membuat jembatan darurat dengan konstruksi tiang bambu dan lantai papan. Jembatan darurat ini menjadi saksi bisu perjuangan warga dalam menjaga konektivitas antar wilayah.
Pelaksanaan titik nol rehabilitasi jembatan penghubung dua desa ini dilakukan oleh Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja. Dalam kesempatan tersebut, Hendri Praja menyampaikan harapannya agar proses pengerjaan rehabilitasi jembatan ini berjalan sesuai dengan rencana dan harapan. Ia menekankan pentingnya kualitas pengerjaan agar jembatan bisa bertahan lama dan berfungsi optimal.
"Kita harapkan jembatan ini bisa kembali dilalui kendaraan umum baik untuk lalu lintas orang maupun barang," kata Hendri. Pernyataan ini menegaskan kembali urgensi perbaikan jembatan untuk memulihkan kelancaran transportasi dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Selesainya proyek ini sebelum akhir tahun 2025 akan menjadi kabar baik bagi seluruh warga Rejang Lebong.
Sumber: AntaraNews