Kekeringan Jawa Tengah Landa Tiga Kabupaten, Ribuan Jiwa Kesulitan Air Bersih

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kekeringan Jawa Tengah melanda tiga kabupaten, yakni Klaten, Pemalang, dan Boyolali, menyebabkan ribuan jiwa kesulitan air bersih. Warga diimbau untuk bijak dalam pemanfaatan air.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kekeringan Jawa Tengah Landa Tiga Kabupaten, Ribuan Jiwa Kesulitan Air Bersih
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kekeringan Jawa Tengah melanda tiga kabupaten, yakni Klaten, Pemalang, dan Boyolali, menyebabkan ribuan jiwa kesulitan air bersih. Warga diimbau untuk bijak dalam pemanfaatan air. (AntaraNews)

Pekalongan, 27/6 (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa tiga kabupaten di Jawa Tengah telah dilanda kekeringan seiring dengan masuknya musim kemarau di beberapa wilayah. Kondisi ini menyebabkan krisis air bersih bagi ribuan warga di daerah terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya di Pekalongan pada Sabtu, menyatakan bahwa kekeringan masih dirasakan oleh warga di Kabupaten Klaten, Pemalang, dan Boyolali. Situasi ini menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah dan masyarakat.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam pemanfaatan air, mengingat pendistribusian air dengan mobil tangki hanya merupakan penanganan jangka pendek. Abdul Muhari juga menyarankan agar masyarakat dapat memanen air hujan sebagai cadangan air apabila masih terjadi peluang hujan.

Dampak Kekeringan Meluas di Kabupaten Klaten

Di Kabupaten Klaten, dampak kekeringan telah melanda beberapa desa, termasuk Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo. Wilayah-wilayah ini menjadi prioritas dalam upaya penanganan darurat air bersih.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mencatat total 2.498 keluarga atau sekitar 8.319 jiwa terdampak kekeringan di wilayah tersebut. Angka ini menunjukkan skala masalah yang cukup signifikan di Klaten.

Sejak awal Juni 2026, BPBD Kabupaten Klaten telah melaporkan bencana ini dan telah mendistribusikan 60 ribu liter air bersih kepada 377 keluarga atau 1.450 jiwa pada Jumat (26/6). Pendistribusian bantuan air bersih akan terus dilakukan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan warga.

Kondisi Kekeringan di Pemalang dan Boyolali

Selain Klaten, kekeringan juga berdampak pada Kabupaten Pemalang, di mana tiga desa di tiga kecamatan, yaitu Belik, Bawang, dan Pulosari, mengalami kesulitan air. Situasi ini memerlukan respons cepat dari pihak berwenang.

Data sementara dari BPBD Pemalang menunjukkan bahwa 166 keluarga terdampak kekeringan dan telah menerima bantuan 4 ribu liter air bersih yang didistribusikan untuk warga di Desa Pulosari. Upaya serupa diharapkan dapat menjangkau desa-desa lainnya yang membutuhkan.

Di Kabupaten Boyolali, BPBD mencatat 42 keluarga atau 125 jiwa kesulitan air bersih di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, dan Desa Samiran, Kecamatan Selo. BPBD setempat telah mendistribusikan 5 ribu liter air bersih kepada warga di kedua desa tersebut sebagai langkah awal penanganan.

Imbauan Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan

Selain masalah kekeringan dan kesulitan air bersih, Abdul Muhari juga mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Musim kemarau seringkali meningkatkan risiko terjadinya Karhutla.

BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bencana ini. Kesiapsiagaan dini sangat penting untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Upaya pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam penanganan serta mencegah meluasnya dampak kebakaran hutan dan lahan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mitigasi bencana ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi