Pemkab Lombok Tengah Alokasikan Anggaran Perbaikan Jembatan Aik Bual Rp3 Miliar di APBD 2026
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mengalokasikan Anggaran Perbaikan Jembatan Aik Bual sebesar Rp3 miliar di APBD 2026. Simak detail tahapan dan total kebutuhan dana untuk pemulihan akses vital ini yang rusak akibat bencana.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah mengalokasikan total anggaran sebesar Rp3 miliar untuk perbaikan Jembatan Aik Bual di Kecamatan Kopang. Jembatan ini mengalami kerusakan parah akibat bencana alam banjir yang melanda wilayah tersebut pada Juli 2025.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Rahadian, menjelaskan bahwa perbaikan akan dilaksanakan secara bertahap karena kondisi anggaran daerah. Tahap pertama pengerjaan akan fokus pada pembangunan abutment atau kepala jembatan.
Anggaran tahap awal sebesar Rp3 miliar ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Jembatan Aik Bual merupakan akses utama yang menghubungkan masyarakat setempat, sehingga pemulihan infrastruktur ini sangat penting bagi mobilitas dan perekonomian warga.
Tahapan dan Anggaran Perbaikan Jembatan Aik Bual
Lalu Rahadian menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Aik Bual yang memiliki panjang 25 meter membutuhkan total anggaran sekitar Rp7 miliar lebih. Mengingat keterbatasan anggaran, perbaikan tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran.
Untuk tahun 2026, dana sebesar Rp3 miliar akan digunakan khusus untuk pembangunan abutment jembatan. Proses tender untuk pekerjaan ini telah selesai sesuai target pada Juni, dan waktu pengerjaan diperkirakan selama enam bulan.
Pembangunan fisik jembatan secara keseluruhan, termasuk bagian utama jembatan, direncanakan akan dianggarkan kembali dan dilaksanakan pada tahun 2027. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab Lombok Tengah untuk secara bertahap mengembalikan fungsi jembatan vital ini.
Sekretaris Dinas PUPR Lombok Tengah, M Sarjan, juga mengakui bahwa anggaran program infrastruktur dinas tahun 2026 jauh berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi salah satu faktor utama mengapa pembangunan harus dilakukan secara bertahap.
Urgensi Pemulihan Akses Vital Masyarakat
Jembatan Aik Bual di Kecamatan Kopang amblas akibat banjir setelah daerah setempat diguyur hujan lebat pada Juli 2025. Kerusakan ini menyebabkan terputusnya akses utama yang menghubungkan masyarakat Desa Aik Bual dengan Desa Setiling, serta menjadi penghubung tiga kabupaten.
Kondisi jembatan yang rusak ini telah berulang kali dikeluhkan masyarakat karena mengganggu mobilitas harian warga dan menghambat roda perekonomian lokal. Bahkan, masyarakat sempat membangun jembatan alternatif karena tidak adanya perbaikan selama beberapa bulan, meskipun jembatan darurat tersebut juga sempat rusak kembali.
Dinas PUPR Lombok Tengah memprioritaskan perbaikan jembatan ini sebagai salah satu penanganan mendesak. Meskipun demikian, penanganan secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran yang tersedia saat ini hanya cukup untuk membangun bagian bawah jembatan.
Masyarakat berharap kehadiran jembatan baru ini tidak hanya memulihkan konektivitas antardesa, tetapi juga mampu mendongkrak perekonomian serta mempermudah akses pendidikan dan kesehatan di wilayah tersebut. Pemulihan infrastruktur ini menjadi kunci untuk mengembalikan aktivitas normal warga.
Sumber: AntaraNews