Pemkab Agam Ajukan Anggaran R3P Rp3,53 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana

Pemerintah Kabupaten Agam membutuhkan Anggaran R3P sebesar Rp3,53 triliun untuk merehabilitasi dan merekonstruksi daerah pascabencana hidrometeorologi, menjamin pemulihan yang terarah dan optimal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Agam Ajukan Anggaran R3P Rp3,53 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana
Pemerintah Kabupaten Agam membutuhkan Anggaran R3P Agam sebesar Rp3,53 triliun guna memulihkan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda akhir November 2025. Dana ini sangat krusial untuk rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengajukan kebutuhan Anggaran Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) sebesar Rp3,53 triliun. Anggaran ini sangat krusial untuk memulihkan wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi. Kebutuhan dana besar ini menjadi prioritas utama bagi Pemkab Agam dalam upaya pemulihan infrastruktur dan kehidupan masyarakat.

Pelaksanaan R3P ini direncanakan secara bertahap selama tiga tahun anggaran, mulai dari 2026 hingga 2028. Bencana hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025 telah menimbulkan kerusakan signifikan. Oleh karena itu, langkah cepat dan terkoordinasi sangat diperlukan untuk mengembalikan kondisi normal.

Bupati Agam, Benni Warlis, menjelaskan bahwa estimasi total kerusakan dan kerugian akibat bencana mencapai angka fantastis, yaitu Rp7,99 triliun. Angka ini menunjukkan skala dampak yang luar biasa terhadap berbagai sektor. Dokumen R3P menjadi instrumen vital dalam memastikan percepatan pemulihan pascabencana berjalan terarah dan tepat sasaran.

Dampak bencana hidrometeorologi di Agam telah menimbulkan kerusakan dan kerugian signifikan pada berbagai sektor. Prioritas pemulihan mencakup pembangunan serta perbaikan rumah masyarakat yang terdampak bencana. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur transportasi dan air minum juga menjadi fokus utama Pemkab Agam.

Tidak hanya itu, pemulihan sumber daya air dan irigasi juga menjadi bagian penting dari rencana ini. Sektor ekonomi produktif, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), juga akan mendapatkan perhatian serius untuk kembali bangkit. Pemulihan layanan sosial dasar dan penguatan layanan publik lintas sektor turut masuk dalam daftar prioritas.

Bencana tanah longsor, banjir bandang, banjir, dan bencana hidrometeorologi lainnya yang melanda Agam pada akhir November 2025 telah merusak sektor perumahan dan infrastruktur dasar. Kerugian juga terasa pada ekonomi produktif, layanan sosial, dan sektor lintas lainnya. Oleh karena itu, penanganan yang komprehensif sangat dibutuhkan.

Sebagai bentuk komitmen bersama, penandatanganan dokumen R3P telah dilakukan oleh kepala daerah, Bupati Agam Benni Warlis. Penandatanganan ini berlangsung saat rapat koordinasi finalisasi dokumen R3P di Padang pada Kamis (8/1). Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkab Agam dalam menghadapi tantangan pemulihan.

Dokumen tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penyerahan ini bertujuan sebagai dasar dukungan program rehabilitasi dan rekonstruksi dari pemerintah pusat. Harapannya, dukungan tersebut dapat segera terealisasi untuk mempercepat proses pemulihan.

Bupati Benni Warlis menyampaikan harapannya agar dukungan dari pemerintah pusat dapat segera terealisasi. “Melalui penandatanganan ini, kita berharap dukungan pusat dapat segera terealisasi sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak, termasuk Agam, dapat berjalan optimal,” ujarnya. Percepatan ini penting demi kesejahteraan masyarakat Agam.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi