Kunjungan Rachmat Gobel ke Gorontalo Utara: Komitmen Perbaikan Pasca-Banjir di Desa Didingga
Anggota DPR RI Rachmat Gobel meninjau langsung Desa Didingga, Gorontalo Utara, usai diterjang banjir bandang. Ia berkomitmen memperjuangkan bantuan besar untuk pemulihan dan pembangunan kembali desa.
Anggota DPR RI Rachmat Gobel mengunjungi Desa Didingga, Kecamatan Biau, Gorontalo Utara, yang terdampak banjir bandang. Kunjungan ini bertujuan melihat langsung kondisi serta dampak musibah yang dialami masyarakat setempat pada Sabtu, 13 Juni. Ia ingin merasakan kesulitan yang dihadapi warga, khususnya Komunitas Adat Terpencil (KAT) Didingga.
Banjir bandang melanda lima desa di Kecamatan Biau pada Selasa, 26 Mei, pukul 15.00 WITA, dengan ketinggian air mencapai jendela rumah. Desa-desa terdampak meliputi Luhuto, Bualo, Biau, Omuto, dan Didingga, di mana Desa Didingga mengalami kerusakan terparah. Musibah ini mengakibatkan sekitar 3.500 warga terdampak dan puluhan rumah serta jalan desa rusak parah.
Dalam kunjungannya, Rachmat Gobel didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Ridwan Monoarfa. Sekretaris Daerah Gorontalo Utara Suleman Lakoro juga turut hadir, menunjukkan komitmen pemerintah daerah. Kunjungan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pasca-banjir di wilayah tersebut.
Peninjauan Langsung Dampak Banjir di Gorontalo Utara
Rachmat Gobel secara langsung meninjau pemukiman Komunitas Adat Terpencil (KAT) Didingga yang mengalami kerusakan signifikan akibat banjir. Ia menyatakan keinginannya untuk memahami secara mendalam kesulitan yang dihadapi warga. Lokasi KAT Didingga yang indah namun rentan bencana menjadi perhatian utama dalam kunjungan ini.
Menurut Rachmat Gobel, Desa Didingga memiliki pemandangan sangat bagus dan subur, menjadikannya potensial untuk dikembangkan. Namun, saat ini desa tersebut membutuhkan perbaikan infrastruktur yang mendesak. Ia berpendapat bahwa perbaikan aliran sungai dan tanggul pengaman yang rusak parah harus segera dilakukan.
Anggota DPR RI ini juga berencana membantu pemerintah daerah dalam memperbaiki rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan. Ia telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah dan pihak Balai Sungai untuk merumuskan langkah penanganan. Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak di lapangan.
Komitmen Bantuan dan Pemulihan Infrastruktur
Sekretaris Daerah Gorontalo Utara, Suleman Lakoro, menyambut baik kunjungan Rachmat Gobel, menyebutnya sebagai "rahmat" bagi daerah. Lakoro mengungkapkan bahwa Rachmat Gobel telah berjanji untuk memperjuangkan usulan terkait bencana banjir. Usulan tersebut mencakup proposal senilai sekitar Rp105 miliar dari Balai Wilayah Sungai.
Dana ini akan diperjuangkan oleh Rachmat Gobel di Kementerian Pekerjaan Umum untuk bantuan jangka panjang. Selain itu, pemerintah daerah juga mensyukuri bantuan jangka pendek yang telah disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut meliputi kasur alas tidur dan rencana perbaikan rumah serta cat untuk pemukiman KAT.
Rachmat Gobel berharap dengan perencanaan yang tepat, Desa Didingga dapat dibangun kembali. Ia bahkan melihat potensi desa ini menjadi desa wisata, mengingat keindahan alamnya. Air sungai yang jernih, pemandangan bukit, dan areal pertanian yang indah menjadi daya tarik utama.
Kondisi dan Potensi Desa Terdampak Banjir
Banjir bandang pada 26 Mei lalu merendam lima desa di Kecamatan Biau dengan arus deras dan ketinggian air signifikan. Desa Didingga, khususnya pemukiman KAT, menjadi lokasi terparah dengan 90 persen pemukiman rusak. Kondisi ini menyoroti kerentanan wilayah terhadap bencana alam.
Total 3.500 orang terdampak oleh bencana banjir ini, dengan puluhan rumah dan jalan desa mengalami kerusakan parah. Kerusakan infrastruktur ini menghambat aktivitas sehari-hari dan membutuhkan upaya rekonstruksi yang komprehensif. Perbaikan tanggul dan aliran sungai menjadi prioritas utama untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Meskipun terdampak parah, Desa Didingga memiliki potensi besar untuk bangkit dan berkembang. Keindahan alamnya, seperti sungai jernih dan perbukitan hijau, dapat menjadi aset untuk pengembangan pariwisata. Dengan dukungan dan perencanaan yang matang, desa ini diharapkan dapat pulih dan bahkan lebih maju dari sebelumnya.
Sumber: AntaraNews