Soroti Banjir Karawang yang Rendam Atap Rumah, Rieke Diah Pitaloka: Solusi Bukan Cuma Bagi Sembako!
ebanyak 21 dari 30 kecamatan di Karawang terdampak banjir, dengan total 64 desa terendam signifikan.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, meninjau langsung lokasi banjir parah di Kabupaten Karawang, Sabtu (24/1). Rieke memperlihatkan kondisi pemukiman warga yang terendam hingga atap rumah, tumpukan sampah yang terbawa arus, serta tanggul yang jebol.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 21 dari 30 kecamatan di Karawang terdampak banjir, dengan total 64 desa terendam signifikan. Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam karena bantuan logistik dinilai tidak cukup untuk menyelesaikan akar masalah.
Integrasi Anggaran Pusat dan Daerah untuk Perbaikan Tanggul
Dalam kunjungannya bersama Bupati Karawang, Rieke menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur sungai, terutama tanggul Citarum yang jebol, memerlukan intervensi anggaran dari pemerintah pusat. Hal ini dikarenakan kewenangan sungai tersebut berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sehingga tidak bisa hanya mengandalkan APBD Kabupaten Karawang yang terbatas.
Rieke berkomitmen untuk mengawal pengajuan anggaran melalui kementerian terkait agar terjadi sinkronisasi demi percepatan perbaikan infrastruktur di lapangan.
"Jadi kan pengajuan bisa lewat kementeriannya, dimasukin ke anggaran kementerian di Karawang. Kemudian kita dari DPR-nya jadi matching. Minimal di anggaran perubahan ada gitu masuk," tegas Rieke seperti dikutip dari akun Instagram @riekediahp.
Fokus pada Solusi Jangka Panjang dan Infrastruktur
Rieke menekankan bahwa aksi tanggap darurat seperti pembagian bantuan pangan memang diperlukan, namun perbaikan permanen pada tanggul dan sistem irigasi adalah harga mati agar banjir tidak menjadi agenda tahunan bagi warga Karawang. Ia menyoroti titik-titik krusial seperti daerah Gempol yang memerlukan normalisasi drainase.
Ia juga menyatakan dukungannya kepada Bupati Karawang yang tengah berjuang melakukan koordinasi lintas sektor demi menyelamatkan wilayah tersebut dari bencana yang terus berulang.
"Tapi yang terpenting adalah solusinya. Karena tidak mungkin kita hanya mengandalkan penyelesaiannya dengan bagi sembako dan buka dapur umum. Kita akan berjuang bareng-bareng supaya anggarannya turun. Tidak ada efisiensi untuk perbaikan infrastruktur sungai dan lain-lainnya," kata Rieke.
Reporter Magang - Mochamad Aidil Akbar