Penanganan Tanggul Jebol Karawang di Kali Bawah Mendesak, Ribuan Jiwa Terdampak Banjir
Bupati Karawang Aep Syaepuloh mendesak penanganan cepat tanggul jebol Karawang di Kali Bawah Kecamatan Cilamaya Wetan yang menyebabkan banjir dan merendam ribuan rumah.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan penanganan tanggul Kali Bawah yang jebol di wilayah Kecamatan Cilamaya Wetan harus dilakukan dengan cepat dan serius. Kerusakan ini mengakibatkan banjir meluas di dua desa di Karawang.
Peninjauan langsung oleh Bupati dan Forkopimda menunjukkan kerusakan tanggul tidak ringan, dengan lebar jebolan mencapai 14-20 meter. Kondisi ini memerlukan tindakan cepat dan serius untuk mencegah dampak lebih besar.
Akibat jebolnya tanggul, Desa Muara dan Desa Muarabaru dilanda banjir, merendam ratusan rumah dan ribuan jiwa. Pemerintah daerah berupaya keras mengatasi situasi darurat ini.
Kerusakan Tanggul Meluas, Ribuan Warga Terdampak Banjir Karawang
Bupati Aep Syaepuloh menegaskan bahwa kerusakan tanggul di Kali Bawah semakin parah. Awalnya hanya selebar lima meter, kini melebar drastis hingga 14-20 meter.
Dampak dari jebolnya tanggul ini sangat signifikan terhadap warga sekitar. Dua desa di Kecamatan Cilamaya Wetan, yakni Desa Muara dan Desa Muarabaru, kini terendam banjir.
Di Desa Muara, banjir merendam 199 rumah dengan total 711 jiwa dari 254 KK, termasuk 42 balita, sembilan bayi, dan 41 lansia. Ketinggian air di desa ini berkisar antara 20 hingga 40 sentimeter.
Sementara itu, Desa Muarabaru mengalami dampak lebih besar dengan 433 rumah terdampak dengan jumlah 1.396 jiwa dari 421 KK. Ketinggian air di Desa Muarabaru mencapai 30 hingga 80 sentimeter, mengancam keselamatan 79 balita dan 98 lansia.
Koordinasi Cepat untuk Perbaikan Tanggul Kali Bawah
Menanggapi situasi darurat ini, Bupati Karawang langsung berkoordinasi intensif dengan Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Koordinasi ini bertujuan untuk mempercepat proses perbaikan tanggul.
Bupati Aep Syaepuloh menekankan pentingnya perbaikan segera sebelum kerusakan tanggul dan dampak banjir semakin meluas. Pemkab Karawang siap memfasilitasi akses material untuk perbaikan.
“Semua dipermudah agar pekerjaan tidak tersendat. Mudah-mudahan bisa segera teratasi. Kami berharap PJT II dan BBWS bisa bergerak cepat,” kata bupati.
Penanganan Darurat dan Kesiapsiagaan Kesehatan Warga Terdampak
Selain fokus pada perbaikan tanggul, Pemerintah Kabupaten Karawang juga mengaktifkan penanganan darurat bagi warga terdampak. Dapur umum telah didirikan di kantor kecamatan untuk memastikan pasokan logistik.
Dapur umum ini bertujuan memenuhi kebutuhan dasar, terutama makanan, bagi ribuan jiwa yang terdampak banjir. Langkah ini merupakan bagian dari upaya respons cepat pemerintah daerah.
Dinas Kesehatan Karawang juga diinstruksikan untuk siaga penuh dalam menghadapi potensi masalah kesehatan. Mereka bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan rutin bagi warga terdampak banjir.
Sumber: AntaraNews