Dikabarkan Hilang, Bocah di Makassar Ditemukan Meninggal di Rumah Kosong
Polisi hingga kini masih mendalami penyebab kematian korban.
Warga Jalan Sultan Abdullah I, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, digegerkan penemuan mayat seorang anak di bawah umur inisial NU (12) di sebuah rumah kosong, Rabu (27/5). Sehari sebelumnya, korban dicari oleh orang tuanya karena tak kunjung pulang ke rumah.
Kepala Kepolisian Sekktor Tallo, Ajun Komisaris Asfada mengatakan jasad NU ditemukan pertama kali oleh warga pada pukul 05.00 WITA. Setelahnya, kata Asfada, pihaknya langsung berkoordinasi dengan tim Inafis dan Dokpol Polda Sulsel.
"Sekitar pukul 5, saya menerima informasi dari masyarakat adanya penemuan mayat di Jalan Sultan Abdullah, Talasalapang. Setelah itu kami melakukan upaya penutupan TKP, berkoordinasi dengan Dokpol maupun Inafis," ujarnya kepada wartawan.
Masih Kelas 3 SD
Untuk penyebab kematian, Asfada mengaku belum mengetahui. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim Inafis dan Dokpol.
"Korban perempuan dan masih kelas 3 SD (sekolah dasar). Korban ditemukan di dalam satu ruangan kosong, di dalam toilet yang memang sudah tidak ditempati oleh keluarga,” tuturnya.
Asfada kembali menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan apakah NU merupakan korban pembunuhan atau bukan. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil visum oleh Tim Inafis dan Dokpol.
“Saat ini tim dari forensik sementara mendalami apakah ada tindak pidana atau tidak. Jadi mohon waktu, setelah ada sinkron antara TKP dengan korban nanti akan kita sampaikan," ucapnya.
Luka di Tangan
Sementara, ayah korban Syarifuddin (54) mengatakan anaknya ditemukan meninggal dalam kondisi tidak mengenakan pakaian. Jasad korban ditemukan tertutup televisi rusak yang ada di rumah kosong tersebut.
"Ditemukan dalam kondisi telanjang dan ditutupi televisi rusak," ungkapnya.
Syarifuddin mencurigai anaknya merupakan korban pembunuhan, karena adanya luka di pergelangan tangannya. Selain itu, Syarifuddin juga curiga anaknya juga menjadi korban rudapaksa.
"Ada luka diiris di tangannya," bebernya.
Syarifuddin mengaku sempat mencari anaknya yang tidak kunjung pulang ke rumah hingga pukul 22.00 WITA, Selasa (26/5). Ia mengaku tidak mengetahui anaknya keluar rumah karena sedang mencari nafkah sebagai ojek online (ojol).
"Saya pulang dari ngojek dan suruh mamanya sama kakaknya untuk cari, karena sudah jam 10 (22.00 Wita) belum pulang," kata dia.
Syarifuddin mengaku sempat mencari anaknya bersama istri dan warga. Namun, hasilnya nihil dan NU tak kunjung ditemukan.
Hingga akhirnya dirinya mendapatkan kabar anaknya ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kosong. Saat itu, anaknya ditemukan oleh warga yang hendak kencing di lokasi kejadian.
"Saat (suara) mengaji di masjid salat subuh ada kabar ada mayat ditemukan di dalam rumah terbengkalai. Saya cek dan ternyata benar itu anak saya," ucapnya.
Syarifuddin berharap kepada kepolisian untuk mengungkap penyebab dan pembunuh anaknya.