Misteri Tewasnya Bocah Perempuan di Penjaringan, Ditemukan dalam Kondisi Mengenaskan
Polisi hingga saat ini masih terus menggali keterangan dari para saksi. Termasuk dari S (42) ayah korban.
Misteri penemuan mayat AR seorang bocah perempuan di Penjaringan, Jakarta Utara hingga kini belum terpecahkan. Bocah malang berusia 8 tahun itu ditemukan tak bernyawa di dalam kamar indekos ibundanya.
Polisi hingga saat ini masih terus menggali keterangan dari para saksi. Termasuk dari S (42) ayah korban. Kepada penyidik, S mengatakan sempat melihat putri tercinta itu dalam keadaan murung. Tidak hanya itu, ia juga melihat ada beberapa lebam di bagian mata korban.
"Ketika ditanya kepada korban, korban diam, ditanya ke ibunya, dia mengaku korban jatuh dari motor," kata Kanit Jatanras Polres Metro Jakarta Utara AKP I Gede Gustiyana dalam keterangannya, Rabu (1/10).
Tak hanya dari ayah korban. Keterangan lainnya juga didapat dari Penjual kopi, penjual nasi, hingga petugas kamtib di sekitar kos. Mereka mengaku sering melihat wajah AR penuh lebam.
"Terus ada juga keterangan saksi yang menyebutkan muka korban sering biru, dan ada goresan cakar di bagian lehernya," ucap Gustiyana.
Sementara itu, tetangga kos menyebut hampir tiap subuh terdengar tangisan AR. Diketahui, Sosok ibu korban inisial MKR (35) itu merupakan bos kontrakan dan TKP itu merupakan milik ibu korban
"Keterangan saksi yang ngontrak setiap subuh sering dengar tangisan dari anak itu. Bahkan suatu ketika, saksi pernah dia memukul tembok kontrakan untuk menyuruh diam, karena kasihan kepada korban," ujar Gustiyana.
Orangtua Berpisah
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakut, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan polisi telah menelusuri keseharian korban bersama keluarga, termasuk hubungan dengan kedua orangtuanya yang diketahui sudah berpisah sejak beberapa bulan lalu.
"Kita masih terus melakukan penyelidikan. Kita lagi mendalami keseharian korban bersama keluarganya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar.
Tak berhenti di situ, penyelidikan juga melibatkan beberapa ahli. Polisi berencana menggandeng asosiasi psikologi forensik (Apsifor) dan dokter forensik guna menguak kasus ini secara terang benderang.
"Kita masih terus melakukan serangkaian penyelidikan mendalam. Sejumlah saksi masih diperiksa," ujarnya.
Penemuan Mayat
Sebelumnya, Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Agus Ady Wijaya, mengatakan, orangtua korban sudah berpisah sejak empat bulan lalu. AR hanya tinggal bersama ibunya di indekos tersebut. Kematian AR diketahui saat ayah kandungnya, S (42), yang datang karena rindu dengan anaknya.
"Dihubungi tapi tidak ada respons. Akhirnya datang ke lokasi dan bersama warga mengetahui ada mayat, laporan ke Kamtib dan Bhabinkamtibmas," kata dia saat dihubungi, Senin (22/9/2025).
Saat penemuan, ayah korban berada di lokasi, sementara ibunya MKR (35) tidak ada di tempat. Polisi masih menelusuri rekaman CCTV di sekitar indekos untuk memastikan keberadaan ibu korban saat insiden terjadi.
"Kami masih telusuri bukti CCTV sekitaran lingkungan untuk dilihat persesuaiannya dengan keterangan saksi," ucap dia.
AR ditemukan dalam posisi terlentang, dengan ceceran darah mengering di lantai kamar kos lantai tiga.
"Betul sudah membusuk, berdasarkan analisa awal dari Tim Ident yang Olah TKP, diperkirakan sudah 5 hari meninggalnya," tandas dia.