Hasil Otopsi Bocah 8 Tahun Tewas Mengenaskan di Indekos Jakut, RS Polri Ungkap Fakta Mengerikan

Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati mengumumkan hasil otopsi terkait kasus bocah berinisial AR (8) yang ditemukan tewas.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Hasil Otopsi Bocah 8 Tahun Tewas Mengenaskan di Indekos Jakut, RS Polri Ungkap Fakta Mengerikan
ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com (@ 2023 merdeka.com)

Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati mengumumkan hasil otopsi terkait kasus bocah berinisial AR (8) yang ditemukan tewas mengenaskan di kamar indekos lantai tiga, Jalan Arwana Raya, Penjaringan, Jakarta Utara. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah membusuk.

Kabid Yandokpol RS Polri, Kombes Ahmad Fauzi, menjelaskan otopsi dilakukan pada Minggu (21/9/2025) mulai pukul 08.15 WIB.

"Pada jenazah ditemukan sudah membusuk, membusuk lanjut dan didapatkan belatung, wajah tampak lebih kering dan terdapat cejas dengan perabahan kasar di kulit leher kanan dan kiri," kata Fauzi kepada wartawan di RS Polri Kramatjati, Rabu (24/9).

Ia menambahkan, tim juga menemukan luka terbuka di puncak kepala dengan resapan darah hingga ke tulang kepala. Selain itu, pada tulang iga kiri bagian depan terdapat bagian tulang yang menonjol dengan permukaan kasar, diduga akibat proses penyembuhan.

"Kemudian kami juga melakukan pemeriksaan toksikologi dan histopatologi yang merupakan standar operasional prosedur kami dalam melaksanakan pemeriksaan jenazah dan demikianlah hasil kegiatan yang bisa kami sampaikan dalam kesempatan ini," ujarnya.

Sementara itu, Dokter Forensik RS Polri, Kombes Hery Wijatmoko, menuturkan penyebab pasti kematian masih dalam pemeriksaan. Luka di bagian kepala diduga akibat hantaman benda tumpul, namun belum bisa dipastikan jenisnya.

"Dugaan akibat kekerasan tumpul. Jadi perkiraan kami setidaknya 3 sampai 5 hari (meninggal dunia). Jadi bisa lebih karena kita juga mempertimbangkan lokasi atau lingkungan di sekitar korban itu ditemukan," ujar Hery.

Terkait kemungkinan adanya kekerasan seksual, Hery menegaskan pemeriksaan masih terus dilakukan secara maksimal mengingat kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut.

"Jenazah sudah membusuk lanjut, sehingga kita melakukan pemeriksaan semaksimal mungkin," pungkasnya.

Kasus ini pertama kali terungkap setelah ayah korban, S (42), datang ke indekos tempat anaknya tinggal bersama sang ibu sejak orang tuanya berpisah empat bulan lalu. Saat membuka kamar bersama warga, S mendapati putrinya sudah tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan: tubuh membusuk, tanpa busana, dengan bercak darah mengering di lantai kamar.

Sontak penemuan itu dilaporkan ke pihak keamanan setempat dan diteruskan kepada Bhabinkamtibmas.

Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Agus Ady Wijaya, mengungkapkan ibu korban, MKR (35), sempat menghilang usai penemuan mayat anaknya. Polisi kemudian melakukan pencarian hingga menemukan MKR di daerah Kertajaya sekitar pukul 04.20 WIB.

"Ibunya kami temukan sedang berjalan di daerah Kertajaya saat kami patroli KRYD," kata Agus, Senin (22/9).

Perempuan tersebut langsung diamankan dan kini masih menjalani pemeriksaan intensif di kepolisian.

Rekomendasi