Mati Lampu Serentak di Sumbar, Warga Keluhkan Rumah Panas hingga Sinyal HP Eror
Sejumlah warga mengeluhkan kondisi rumah mereka yang gelap gulita, udara yang mulai terasa panas akibat kipas angin mati.
Pemadaman listrik serentak terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat (22/5) malam. Pemadaman listrik ini membuat aktivitas warga terganggu.
Sejumlah warga mengeluhkan kondisi rumah mereka yang gelap gulita, udara yang mulai terasa panas akibat kipas angin mati, hingga sulitnya mengisi daya telepon genggam saat listrik belum juga menyala.
Jamaril (56), warga Inderapura, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar mengatakan listrik di wilayahnya padam sejak selepas Magrib dan hingga pukul 21.03 WIB malam ini, listrik juga tak kunjung menyala.
"Tadi habis Magrib sekitar jam setengah 8 mati lampu dan sampai sekarang juga belum menyala listriknya,” kata Jamaril kepada Liputan6.com, Jumat (22/5).
Jamaril mengatakan tidak mengetahui apa penyebab pemadaman listrik tersebut. Namun, kondisi kampung yang biasanya ramai pada malam hari mendadak berubah sepi akibat seluruh kawasan gelap.
"Jadinya sekarang gelap gulita semua. Padahal jam segini biasanya kampung sini ramai, ini sekarang sepi," ujar dia.
Menurut Jamaril, pemadaman listrik membuat banyak aktivitas rumah tangga terhambat, mulai dari kebutuhan air hingga memasak. "Mau charge HP tidak bisa, terus udara panas karena menyalakan kipas angin tidak bisa. Banyak aktivitas yang terganggu, mau masak nasi tidak bisa. Itu kan satu kebutuhan," tutur Jamaril.
Keluhan Masyarakat Lainnya
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Juliya (28), warga Embacang Limus, Kecamatan Pancung Soal, Pessel, Sumbar. Ia mengatakan listrik padam saat dirinya tengah menyetrika pakaian selepas Magrib.
"Sekarang mati lampu semua, tapi saya tahu mati lampunya se-Sumbar. Pokoknya mati lampu abis maghrib ketika saya sedang menyetrika," kata Juliya.
Menurut Juliya, pemadaman yang kini sudah berlangsung hampir dua jam itu membuat kondisi rumah menjadi tidak nyaman karena suhu udara terasa panas dan perangkat elektronik tidak bisa digunakan.
“Karena sekarang sudah mati hampir dua jam, ini menyusahkan sih. Di rumah jadi panas karena tidak bisa menghidupkan kipas angin, di tambah sekarang hp saya sudah hampir habis baterainya, semoga listrik cepat hidup,” ujarnya.
Seluruh Aktivitas Bergantung Pada Listrik
Sementara itu, Suci (28), warga Jalan Ampera, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumbar menyebut listrik di wilayahnya juga padam serentak sejak selepas Magrib.
Ia mengatakan hampir seluruh aktivitas yang bergantung pada listrik menjadi terganggu, terutama di tengah cuaca panas yang melanda Kota Padang pada Jumat malam ini.
"Yang terganggu semuanya ya, kipas angin mati, terlebih Padang cuacanya sedang panas hari ini. Kemudian kulkas juga tidak bisa hidup. Intinya semua yg butuh listrik terdampak, jadinya susah," ujarnya.
Tak hanya itu, gangguan listrik juga berdampak pada jaringan komunikasi warga. “Kemudian yang paling terganggu sinyal jadi eror. HP juga butuh dicas,” ujar Suci.
Suci mengaku untuk sementara waktu dirinya dan keluarga di rumah menggunakan lilin sebagai penerangan. Di sisi lain, ia mendapat informasi bahwa listrik di Kota Padang masih dalam proses perbaikan oleh pihak terkait.
"Cuma kalau saya lihat informasi resmi katanya kalau untuk kota Padang sedang dalam proses perbaikan," pungkasnya.