PLN Gerak Cepat Perbaiki Tiang Listrik Rusak di Tukka Pasca Banjir Susulan
PLN bergerak cepat memperbaiki tiang listrik dan kabel yang rusak di Tukka, Tapanuli Tengah, pasca banjir susulan guna memastikan pasokan listrik kembali normal bagi warga yang terdampak.
Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN bersama Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sibolga segera melakukan perbaikan infrastruktur listrik di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Perbaikan ini menyusul kerusakan tiang dan kabel listrik akibat banjir susulan yang melanda wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana Teknik ULP Sibolga, Hari Priansah, menyatakan bahwa progres perbaikan telah mencapai 50 persen pada Senin (17/3). Ia memastikan pasokan listrik dapat segera dinikmati kembali oleh masyarakat yang terdampak.
Langkah cepat ini diambil untuk mengatasi padamnya listrik sejak Minggu (15/3) sore, yang diakibatkan oleh jebolnya tanggul Sungai Tukka. Kondisi ini membuat aktivitas warga, terutama yang menjalankan ibadah puasa, tidak terganggu.
Dampak Banjir Susulan Terhadap Infrastruktur Listrik
Banjir susulan yang melanda Kelurahan Hutanabolon pada Minggu (15/3) sore disebabkan oleh hujan berkelanjutan sejak Sabtu hingga Minggu. Curah hujan tinggi mengakibatkan tanggul Sungai Tukka jebol, sehingga air meluap dan merendam permukiman warga.
Peristiwa ini berdampak serius pada jaringan listrik di wilayah tersebut. Banyak tiang listrik milik PT PLN miring dan bahkan tumbang, serta kabel-kabel listrik menjuntai. Kondisi ini memutus aliran listrik ke rumah-rumah warga.
Padamnya listrik sejak Minggu sore pukul 17.30 WIB memperparah situasi warga yang terdampak banjir. Akibatnya, evakuasi harus dilakukan untuk menjamin keselamatan penduduk, terutama lansia.
Warga setempat, Heri Sipahutar (31), mengonfirmasi bahwa banjir terjadi setelah tanggul jebol sekitar pukul tiga sore pada Minggu.
Upaya Cepat PLN Pulihkan Pasokan Listrik
Menanggapi kerusakan parah tersebut, tim dari ULP Sibolga Kota langsung bergerak cepat ke lokasi bencana. Mereka fokus pada perbaikan tiang-tiang yang miring dan tumbang serta penuntasan jaringan Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR).
Hari Priansah menjelaskan bahwa upaya perbaikan ini bertujuan untuk segera memasok tegangan di Desa Sigiring-Giring dan Hutanabolon. Targetnya adalah agar listrik dapat digunakan kembali oleh masyarakat pada hari yang sama.
Percepatan perbaikan ini sangat penting, terutama bagi warga yang sedang menjalani ibadah puasa. Ketersediaan listrik diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari mereka.
Komitmen PLN untuk memulihkan pasokan listrik secepatnya menunjukkan responsibilitas perusahaan dalam melayani kebutuhan energi masyarakat, bahkan di tengah kondisi darurat bencana.
Evakuasi dan Penanganan Darurat Warga Terdampak
Selain upaya perbaikan listrik, penanganan darurat bagi warga terdampak banjir juga menjadi prioritas utama. Kondisi tanpa listrik membuat proses evakuasi menjadi lebih menantang dan mendesak.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) turut serta dalam evakuasi warga, khususnya kaum lanjut usia (lansia). Mereka berhasil dievakuasi ke tempat aman yang telah disediakan.
Langkah evakuasi ini krusial untuk memastikan tidak ada korban jiwa atau luka serius akibat bencana. Kerjasama berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.
Penyediaan tempat evakuasi yang aman dan nyaman menjadi bagian penting dari respons bencana. Hal ini menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan warga di tengah musibah.
Sumber: AntaraNews